Aliansi Pemuda Ini Datangi Kejati Sulteng Terkait Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa di Parimo

  • Whatsapp
Dokumentasi saat sedang melakukan demonstrasi di depan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah (Sulteng). Foto: Rian Afdhal Hidayat

Palu, rakyatsulteng – Aliansi Pemuda Parigi Moutong menuntut Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng) agar menuntaskan kasus dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) yang dilakukan oleh Bupati Parigi Moutong (Parimo), Samsurizal Tombolotutu.

Pasalnya, gabungan pemuda parimo ini menduga, anggaran dana desa tersebut disalahgunakan dalam pembangunan jalur dua yang terintegrasi dengan pantai mosing milik pribadi Samsurizal Tombolotutu.

Bacaan Lainnya

“Ini sudah menjadi perhatian publik, tidak adanya transparansi anggaran dana desa, tidak ada kejelasan terkait fungsi bumdes dan pengrusakan sumber daya alam oleh investor asing,” ungkap Koordinator Lapangan (Korlap) Wiranto, Rabu (25/11).

Menurutnya, berbagai problem sosial itu tidak dapat ditindaklanjuti karena kejahatan telah mengakar, sehingga sangat sulit untuk membawanya ke proses hukum.

Ia mengharapkan agar pihak Kejati Sulteng agar secepatnya mengusut tuntas terkait kasus tersebut.

“Kami akan mengawal para penyidik dan Kejati, supaya jangan sampai masuk angin,” ujarnya.

Saat aksi yang dilakukan didepan Kejati Sulteng itu, Aliansi Pemuda Parigi Moutong membawa tiga tuntutan yaitu; Usut Penyalahgunaan wewenang Bupati Parimo, Tuntaskan Kasus Gratifikasi Rp 4,9 M dan Usut Tuntas Kasus Lahan Fiktif.

Selain itu, salahsatu masa aksi, Lajuardi menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin, Kejati Sulteng bersekongkol dengan kejahatan.

“Kami menginginkan Bupati Samsurizal agar segera dicopot dari jabatannya, karena jelas telah bersalah,” jelasnya.

Tak hanya itu, dirinya juga menyinggung tentang penebangan hutan mangrove untuk pembangunan jalur dua pantai mosing dengan memakai dana desa.

“Ini tidak boleh dibiarkan, karena mengorbankan para kades-kades, kalau tidak salah ada 5 kades,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Asisten Pidana Khuhus (Aspidsus) mengharapakan agar Aliansi Pemuda Parimo bisa bersabar dan kasus tersebut tetap akan diusut.

Dirinya menyatakan, bahwa untuk penetapan tersangka perlu hati-hati. Karena, harus memerlukan bukti-bukti yang kuat.

“Kiranya bersabar, untuk penetapan sebagai tersangka itu harus ada bukti kuat, Kepala Kejati juga sudah memberi arahan bahwa penanganan kasus tahun ini harus ada progres,” pungkasnya.

Penulis: Rian Afdhal Hidayat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.