Anggaran Penanganan Covid-19 di Parimo Sarat Korupsi?

  • Whatsapp

Parimo, rakyatsulteng – Pemanfaatan anggaran 26 Miliyar Rupiah untuk penanganan Covid-19 Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) yang bersumber dari APBD tahun 2020 berpotensi adanya tindak korupsi.

Pasalnya, muncul spekulasi miring dari Pansus Covid-19 untuk pemanfaatan anggaran yang sudah tersebar di sejumlah Organisasi Perangakat Daerah (OPD) bentukkan DPRD tersebut.

Bacaan Lainnya

Pansus Covid-19 yang seharusnya memonitoring dan evaluasi terhadap pemanfaatan anggaran itu ternyata tidak mendapat transparansi seluruh dari OPD terkait.

Melansir dari kabarSAURUSonline.com, Ketua Pansus Covid-19, Sutoyo seakan curhat di hadapan Anggota DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Kabupaten Parimo saat rapat banggar dengan agenda pembahasan lanjutan realisasi dan prognosis selama enam bulan pertama pemanfaatan APBD tahun 2020, Rabu (26/8/2020).

“Belum tepat momennya tapi saya minta agar realisasi anggaran Covid-19 yang dikelola OPD terkait itu bisa bisa di eksplorasi sedikit saat ini, karna kami kesulitan mendapatkan itu dari setiap OPD tersebut,” ungkap Sutoyo.

Kata Sutoyo, anggaran 6 miliyar di kelola oleh RSUD Anutaloko, Dinas BPBD, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup dan RSUD Raja Tombolotutu.

“Bukan realisasi belanja per item dari masing-masing OPD tetapi yang diberikan kepada kami data angka dalam bentuk gelondongan anggaran yang di transfer dari keuangan ke sejumlah OPD itu,” bebernya.

Asumsi potensi korupsi ini mulai terlihat atas penggunaan anggaran Covid-19 ini yang seakan sembunyi-sembunyi dalam pemanfaatannya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Yusrin mengatakan sekitar 12 Miliyar saat ini anggaran Covid-19 dikucurkan sejumlah OPD terkait.

“Anggaran Covid-19 sekitar 12 Miliyar 300 jutaan yang bersumber dari 26 Miliyar hasil realokasi dan refocusing APBD tahun 2020,” jelasnya.

Hal ini mengungkapkan anggaran penanganan Covid-19 di Parimo sudah mulai terlihat dugaan korupsi yang terjadi.***

Penulis: Rian Afdhal Hidayat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.