Beredar Video Banjir di Tambang Ilegal Kayuboko

  • Whatsapp
Tambang ilegal (Foto: istimewa)

Parimo, rakyatsulteng – Beredar video yang diduga diambil dari aktifitas pertambangan ilegal Kayuboko Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dihantam banjir.

Video yang berdurasi kurang lebih 30 detik itu diunggah oleh salah seorang warga yang berada ditengah tambang ilegal Kayuboko.

Bacaan Lainnya

“Bajir tambang kayuboko,” tulis warga inisial FAD Kamis malam dalam unggahannya.

Kurang lebih 4 jam dari postingan FAD, telah dibagikan warganet sebanyak 65 kali.

“Kayuboko parigi ini,” timpal Clara penasaran bertanya.

“Io,” jawab FAD.

Selang beberapa jam dari diunggahnya postingan, video tersebut telah dihapus oleh pengunggah tanpa sebab.

Kayuboko sendiri merupakan penghasil emas terbesar di Parigi Moutong. Bahkan aktifitas tambang ilegal itu telah lama beroperasi tanpa hambatan.

Baca juga: Diduga Ilegal, Aktifitas Tambang di Kayuboko Rugikan Negara

Sejauh ini, aktifitas pertambangan ilegal Kayuboko masih jauh dari penertiban pihak berwajib. Meski cukup banyak masyarakat yang mengkhawatirkan bencana alam akibat aktifitas tersebut.

Disisi lain negara telah dirugikan akibat aktifitas tambang ilegal yang diduga dikelola oleh pengusaha di Sulawesi Tengah.

Baca : Dugaan Campur Tangan Pejabat, Lancarkan Pertambangan Ilegal di Kayuboko?

Sejauh ini, Sesuai hasil RDP DPRD Sulteng dengan Bapak Kapolda Sulteng tanggal 18 Juni yang lalu, pihak Polda rencananya akan segera membentuk tim terpadu yang libatkan semua stakeholder untuk menertibkan aktifitas pertambangan Ilegal.

“Sesuai hasil RDP DPRD Sulteng dengan Bapak Kapolda Sulteng tanggal 18 Juni yang lalu, akan segera dibentuk tim terpadu yang libatkan semua stakeholder,” ujar Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari, Rabu pekan lalu.

“Dalam penertiban peti tidak bisa hanya dilakukan kepolisian, harus terpadu, karna setelah ditertibkan peti tadi selanjutnya harus ada tindak lanjut yang harus dilkukan pemerintah daerah agar masyarakat tidak kembali menjadi peti,” tutup Sugeng.

Penulis : Mohamad Zain

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.