Inspirasi

Brigpol Roky, Sang Pengabdi dari Desa Loru Untuk Indonesia

Brigpol Roky.

Kiprah anggota Polri yang satu ini patut diacungi jempol karena tidak banyak yang bisa melakoni rutinitasnya. Sebagai Polisi masyarakat (Polmas) di Polsek Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulteng, Brigadir Polisi (Brigpol) Roky mampu menjadi inspirator membangun ketahanan wilayah.

Brigpol Roky memberikan bantuan kepada warganya di desa Tompu.

Pria ini benar-benar sangat bermanfaat bagi masyarakat di dua desa binaannya, yakni Desa Loru dan Desa Tompu. Sejak mengawali tugasnya sebagai Polmas, Brigpol Roky masih menjumpai masyarakat yang berperilaku primitif seperti mabuk-mabukan sehingga memicu terjadinya perkelahian antar kampung.

Kebiasaan negatif ini pula menjadi salah satu penyebab kesejahteraan masyarakat di desa itu tertinggal. Melalui sentuhan tangan dingin Brigpol Roky perlahan kebiasaan buruk itu dikikis berubah menjadi masyarakat yang memiliki etos kerja tinggi.

Keberhasilannya bersama para Babinsa TNI yang bertugas dan Polmas lainnya, ia mengubah pola pikir warga, tidak terlepas dari pola pendekatan yang dilakukannya sehingga mendapatkan respons positif warga. Ia memulainya dengan kunjungan dari dusun ke dusun hingga rumah kerumah.  Membantu para petani, melakukan kegiatan sosial dan banyak pengabdian lainnya.

Dalam mensosialisasikan program pemerintah, ia selalu mengadakan koordinasi dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan pemerintah setempat.

Menurutnya, kualitas sumber daya manusia Indonesia harus ditingkatkan agar dapat bermanfaat bagi nusa dan bangsa. Sebagai wujud untuk meningkatkan SDM tersebut, saban hari ia bersama rekan lainnya dan menggandeng Pemuda setempat melaksanakan kegiatan sosial di wilayah pedalaman.

Melalui organisasi Silantaki di desa itu,  ia menyusuri penggunungan Desa Tompu yang jalannya begitu curam.  Mensurvei masyarakat yang layak dibantu dan kemudian membahas pendanaanya bersama Babinsa,  Polmas Desa lain dan organisasi kepemudaan.  Setelah rampung, pemberian bantuan pun dilakukan.

Dari tangan dinginnya inilah, dari waktu ke waktu perilaku meminum-minuman keras mulai berkurang dan angka perkelahian antar desa nyaris tak pernah terjadi lagi.

Dia menuturkan, aktivitasnya melakukan kegiatan sosial semata-mata merupakan panggilan hati nurani.

“Sebagai prajurit wajib setia pada Sumpah Prajurit, dan mengabdi pada negeri” ucapnya.

Atas keberhasilan itu, masyarakat Desa setempat sangat membanggakan dirinya dan para babinsa lainnya. Pengabdian tanpa henti memberikan wawasan kepada kita semua, bahwa pangkat, jabatan dan usia bukan jadi penghalang untuk mengabdi pada negeri. Sukses selalu komandan, rakyat mencintaimu…

Penulis : Andri Gultom

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Paling kereennn..

Rakyatsulteng.com adalah media online milik PT. Media Sinergi Nusantara. Kehadirannya bukan hanya sekedar menyampaikan informasi sesuai dengan prinsip jurnalistik, lebih dari itu, berusaha membangun dan merawat kebersamaan untuk kehidupan yang lebih baik.
To Top
Shares