Hukum

Bupati Bangkep dan Kakaknya Terjerat Kasus Pembebasan Lahan di Kepulauan Sula

foto :istimewa

Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) Zainal Mus bersama kakaknya calon Gubernur Maluku Ahmad Hidayat Mus kini terjerat kasus korupsi oleh KPK. Zainal yang saat itu menjabat sebagai Ketua DPRD Kepulauan Sula diduga merugikan negara Rp 3,4 Miliar.

Uang Rp3,4 miliar tersebut diduga hasil tindak pidana korupsi terkait pengadaan pembebasan lahan Bandara Bobong, tahun anggaran 2009 di Kabupaten Sula, Maluku Utara. Kedua saudara kandung tersebut diduga secara bersama-sama melakukan korupsi.

“Dugan kerugian negara berdasarkan penghitungan dan koordinasi dengan ‎BPK adalah sebesar Rp3,4 miliar,” kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang saat menggelar konferensi pers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (16/3/2018).

‎Atas perbuatannya, KPK menetapkan Ahmad Hidayat Mus sebagai tersangka.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan dua tersangka tersebut,” terangnya.

Dua saudara kandung tersebut disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 dan Pasal 6 Ayat (1) KUHP.

‎Ahmad sendiri merupakan salah satu calon gubernur Maluku Utara yang bertarung dalam Pilkada serentak 2018. Dia berpasangan dengan Rivai Umar. Pasangan nomor urut 1 itu diusung oleh Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Ahmad menjabat Bupati Kepulauan Sula selama dua periode. Dia adalah mantan Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Indonesia II atau Wilayah Timur Golkar di era Ketua Umum Setya Novanto. Namun, saat Ketua Umum Airlangga Hartarto, AHM didepak dari pengurus DPP. (OKezone)

Paling kereennn..

To Top
Shares