Dari Tambang Ilegal Hingga Dana Pasca Bencana. GERAM: Samsurizal Tidak Fokus Dikepemerintahan

  • Whatsapp

Parimo, rakyatsulteng – Masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) melakukan konsolidasi untuk menuntut Bupati Parigi Moutong (Parimo).

Geram menilai kajian lingkungan yang ada di Kabupaten Parimo termasuk Pertambangan diduga sengaja dibiarkan.

Bacaan Lainnya

“Disinilah yang menjadi persoalan,, bahkan ada oknum Aleg DPR RI melakukan kongkalikong di tambang Kayuboko,” ungkap Rifal selaku Juru Bicara Geram Jum’at (3/7/2020).

Dijelaskan juga, tugas dan kewajiban Kepala Daerah dalam hal ini Bupati Parimo tentang anggaran pasca bencana yang terindikasi ditambal sulam dan stabilitas roda kepemerintahan Parimo dilihat tidak menjadi titik fokus lagi.

“Kadaulatan kita sementara dikebiri oleh pemegang jabatan dalam hal ini Bupati Parimo, kenapa sampai titik fokus di Bupati, karna pengambil kebijakan tunggal disitu,” jelasnya.

Geram menduga hal ini berpengaruh pada kebijakan sebagaimana dijelaskan adanya kong-kalingkong pertambangan yang ada di Buranga, Lobu dan yang terbesar di Kayuboko.

Rencananya GERAM akan melakukan prakondisi di tiga titik di ibu kota, selanjutnya akan melakukan aksi perdana seminggu setelahnya dengan sasaran kantor DPRD dan kantor Bupati Parimo.

“Prakondisi dalam waktu dekat sekitar hari Selasa dan Rabu, dan rencananya aksi perdana kita satu minggu selesai prakondisi,” pungkasnya.

Penulis: Rian Afdhal Hidayat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.