Diduga Ilegal, Aktifitas Tambang di Kayuboko Rugikan Negara

  • Whatsapp
Pertambangan, (Foto: Indigo)

Parimo, rakyatsulteng – Ketua Pansus Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DPRD Parimo, Alfres M. Tonggiroh mengatakan bahwa aktifitas pertambangan di Kayu Boko, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng tidak memiliki izin apapun. Bahkan wilayah tersebut bukan termasuk wilayah pertambangan (WP).

“Hasil koordinasi kami dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tengah bahwa wilayah itu tidak memiliki izin apapun. Bahkan wilayah itu bukan wilayah pertambangan,” kata Alfres.

Bacaan Lainnya

Meski tidak memiliki izin, aktifitas pertambangan diwilayah itu masih tetap berlangsung tanpa adanya hambatan atau proses dari penegakan hukum.

Sejumlah sumber mengatakan bahwa pengelola pertambangan diduga ilegal ini adalah pengusaha dari Palu berinisial JF. Penghasilan dari material emas inipun ditaksir miliar rupiah dan merugikan daerah karena tidak mendapat pemasukan ke APBD melalui pendapatan asli daerah.

“Yang paling banyak mengeruk kekayaan alam di Kayuboko itu adalah Ko JF. Bahkan yang bersangkutan mendapat keuntungan miliaran perhari tanpa bagi hasil dari daerah karena diduga ilegal, ” kata sumber tersebut.

Pantauan rakyatsulteng.com , bahwa aktifitas tambang ini masih berlangsung dengan dibantu puluhan alat berat milik JF. Satu persatu alat berat ini digunakan untuk menggali material yang berisi emas.

Hingga berita ini diturunkan, media berupaya untuk mengkonfirmasi Polda Sulteng berkaitan dengan dugaan pertambangan ilegal ini.

Penulis: Telusur rakyatsulteng

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.