Dinas PUPR Parimo Tidak Libatkan PPMPT Bahas Pembangunan Asrama, Ada Apa?

  • Whatsapp

Palu, rakyatsulteng – Perhimpunan Pelajar dan Mahasiswa Pantai Timur (PPMPT) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) sebagai pengurus Asrama Pelajar, Mahasiswa Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) sangat menyayangkan sikap Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPR) Parimo yang tidak mengundang mereka saat membahas pembangunan Asrama Mahasiswa.

Pasalnya, pertemuan pembahasan kelanjutan pembangunan Asrama yang rencana di bangun tahun 2021 ini merupakan tuntutan belasan pengurus yang terhimpun dalam PPMPT selaku Mahasiswa yang tinggal di Asrama bertempat di Jalan S.Parman, Kota Palu.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan Ketua Asrama Pantai Timur Parimo, Eetricat. Ia mengaku pengurus tidak di undang bahkan tidak mengetahui adanya pertemuan yang digelar di ruang rapat Kepala Dinas PUPRP Parimo, Kamis (5/11).

Mahasiswa IAIN Palu ini menerangkan, selama ini permintaan pembangunan kembali Asrama itu lahir dari tuntutan pengurus yang menghuni di Asrama tersebut. Karena, melihat kondisi bangunan yang sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan bagi penghuninya.

Ia mengatakan, permintaan pembangunan kembali itu diperjuangan sejak beberapa tahun lalu oleh pengurus PPMPT Parimo. Bahkan, saat itu tuntutan tersebut sempat terhambat akibat belum terbitnya alas hak (Sertifikat) tanah Asrama sebagai aset Pemerintah Kabupaten Parimo.

Tetapi, berkat upaya pengurus PPMPT Parimo bersama Dinas PUPR Parimo yang saat itu dijabat Zulfinasran menghasilkan titik terang solusi terbitnya sertifikat itu.

“Saat ini permintaan kita untuk di bangun kembali, karena selama ini kendala tidak di bangun adalah belum adanya Sertifikat lahan Asrama sebagai aset Pemkab Parimo. Tapi setelah ingin mau di bangun justru Dinas PUPRP Parimo tidak melibatkan PPMPT selaku pengurus yang tinggal di Asrama ini bertahun-tahun,” tuturnya.

Ketua Asrama Pantai Timur ini meminta agar Dinas PUPRP Parimo melibatkan pengurus asrama pada pembahasan pembangunan ini. Agar sebagai mahasiswa yang selama ini mempertaruhkan keselamatannya tinggal bangunan tua tersebut benar – benar memahami dan mengetahui desain dan perkembangan pembangunannya.

“Justru yang dilibatkan forum mahasiswa yang bukan tinggal di asrama. Kami tegaskan yang selama ini tinggal di Asrama ini adalah Mahasiswa yang tergabung dalam pengurus PPMPT Parimo tapi kami pengurus tidak di undang beberapa kali pembahasan itu. Termasuk yang hari ini juga. Sampai saat ini kami tidak mengetahui bentuk desain bangunanya bagaimana,”pungkasnya.

Editor: Mohamad Zain

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.