HeadlineSOSIAL BUDAYATERBARU

Dua FKUB Belajar Peningkatan Kualitas kerukunan di Sulteng

PALU,- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Gorontalo menggandeng FKUB Provinsi Sulawesi Tengah untuk mempelajari program pembinaan dan peningkatan kualitas kerukunan antaragama yang digagas oleh FKUB Sulteng.

“Iya, FKUB Gorontalo dan FKUB Kabupaten Boalemo saat ini berada di Palu. Kami telah bertemu, salah satu maksud dari kunjungan FKUB Gorontalo dan Kabupaten Boalemo yakni mereka ingin mempelajari, mengetahui program-program pembinaan umat antaragama yang dilaksanakan oleh FKUB Sulteng, lewat berbagi,” ucap Sekretaris FKUB Sulteng, Dr H Muhtadin Dg Mustafa, di Palu, Kamis.

Kata Muhtadin, FKUB Gorontalo dan FKUB Kabupaten Boalemo, telah duduk Bersama dengan FKUB Sulteng, Kanwil Kemenag Sulteng dan Kemenag Kota Palu, membahas program-program pembinaan untuk peningkatan kualitas kerukunan antaragama, berlangsung di Kantor Kemenag Kota Palu, Rabu (6/11).

“Kami telah menerima kunjungan silaturrahim dari FKUB Provinsi Gorontalo dan FKUB Kabupaten Boalemo. Kunjungan ini berdasarkan surat Pemerintah Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo nomor 006/Kesbangpol/120/XI/2019 Tanggal, 4 Nopember 2019 perihal permohonan kesediaan menerima rombongan FKUB Kabupaten Boalemo. Atas dasar itu, maka dilakukan pertemuan untuk membahas program-program pembinaan umat di dua daerah yakni Boalemo Gorontalo dan Sulteng,” kata Muhtadin.

Terkait hal itu, Ketua FKUB Kabupaten Boalemo Muh Taufik Kumali, membenarkan bahwa maksud kunjungan ke Sulawesi Tengah di Palu, dalam rangka untuk berbagi program peningkatan kualitas kerukunan antaragama.

Selain itu, sebut Taufik Kumali, kunjungan rombongan juga sebagai bentuk dukungan moril kepada masyarakat Kota Palu, Sigi dan Donggala yang terdampak bencana 28 September 2018, untuk terus bangkit membangun ekonomi.

“Kami telah melihat secara langsung dampak dari bencana tersebut terutama tempat-tempat ibadah baik masjid maupun gereja yang rusak karena bencana,” sebut dia.

Menanggapi hal itu Ketua FKUB Sulteng, Prof Dr KH Zainal Abidin Mag mengemukakan, FKUB Sulteng sebagai langkah awal melaksanakan program cinta kerukunan (Muhibbah kerukunan), yakni mengunjungi majelis-majelis atau pimpinan dan pengurus serta jemaat di setiap rumah ibadah semua agama.

“FKUB Sulteng melakukan berbagai program-program, baik program mandiri maupun program kemitraan antara lain program “muhibbah kerukunan” yang baru saja selesai dilaksanakan, dalam bentuk kunjungan dan dialog dengan para pimpinan majelis agama dan umatnya guna memperkuat trilogy kerukunan (kerukunan inter umat beragama, antara umat beragama dan umat beragama dengan pemerintah,” sebutnya.

Program-program tersebut dimaksudkan untuk membangun kehidupan beragama yang humanis inklusif, guna mencegah gerakan intoleran, radikalisme dan terorisme. Untuk mencapai maksud tersebut maka setiap umat beragama harus mengedepankan lima strategi yakni, memahami perbedaan, mengedepankan persamaan, saling memahami dan saling percaya, moderasi beragama (adil dan toleran) dan, adanya kesadaran global.

Sementara Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, Rusman Langke berharap pertemua para pihak FKUB tersebut, akan semakin memberikan semangat berorganisasi di FKUB dan mendapatkan ide-ide cerdas, yang nantinya akan diimplementasikan dalam bentuk program-program FKUB, khususnya menyangkut pembinaan kehidupan umat beragama.

Rombongan FKUB dari Provinsi Gorontalo tersebut sebanyak 30 orang yang terdiri dari FKUB Provinsi Gorontalo sebanyak tujuh orang dan FKUB Kabupaten Boalemo sebanyak 23 orang. (LN)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close
Close