Dugaan Campur Tangan Pejabat, Lancarkan Pertambangan Ilegal di Kayuboko?

  • Whatsapp
Tambang ilegal (Foto: istimewa)

Parimo, rakyatsulteng – Hingga saat ini Pertambangan ilegal di Desa Kayuboko Kabupaten Parigi moutong, Sulawesi Tengah, masih melangsungkan aktifitasnya.

Menggunakan alat berat jenis eksavator yang di duga milik salah satu pengusaha di Palu, Jf, alat eksa terus menggeruk kekayaan alam Parigi Moutong tanpa bagi hasil kepemerintah daerah.

Bacaan Lainnya

“Iya sekarang masih berlangsung aktifitas pertambangannya. Itu eksa milik ko Jf,” beber sumber belum lama ini.

Meski tidak memiliki izin, aktifitas pertambangan itu terus dilakukn.

Dikutip dari hariansiber.com, hasil dari aktifitas pertambangan ilegal yang di duga dikelola Jf tersebut sekira 5 hingga 7 Kilogram emas perharinya.

Sumber media ini juga menduga ada campur tangan dari pemerintah daerah dan aparat sehingga aktifitas pertambangan ilegal masih melangsungkan aktifitasnya.

“Mungkin ada campur tangan pemerintah dan aparat, maupun wakil rakyat disana. Karna sampai saat ini terbukti aktifitas itu masih berlangsung,” katanya.

Baca Juga: Diduga Ilegal, Aktifitas Tambang di Kayuboko Rugikan Negara

Dikonfirmasi terpisah, Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini kepolisian Sulawesi Tengah, rencananya akan segera membentuk tim terpadu yang melibatkan semua stakeholder.

“Sesuai hasil RDP DPRD Sulteng dengan Bapak Kapolda Sulteng tanggal 18 Juni yang lalu, akan segera dibentuk tim terpadu yang libatkan semua stakeholder,” ujar Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari, Rabu.

“Dalam penertiban peti tidak bisa hanya dilakukan kepolisian, harus terpadu, karna setelah ditertibkan peti tadi selanjutnya harus ada tindak lanjut yang harus dilkukan pemerintah daerah agar masyarakat tidak kembali menjadi peti,” tutup Sugeng.

Hingga saat ini, Pemerintah daerah Parigi Moutong, melalui Sekda, Ardi yang dikonfirmasi tim media belum memeberikan tanggapan.

Penulis; Tim Telusur

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.