Hukum

Sanksi Tegas Menanti Eks Kapolres Banggai

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol M Iqbal di Mabes Polri. Foto : istimewa

BANGGAI – Kasus dugaan penembakan gas air mata ke ibu-ibu pengajian yang sedang berzikir dalam proses eksekusi lahan di kawasan Tanjung Sari, Luwuk, Banggai, Sulawesi Tengah berbuntut panjang. Akibat kasus ini, AKBP Heru Pramukarno dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Banggai.

Heru pun kini tengah menjalani pemeriksaan oleh Divpropam Polri dengan sejumlah sanksi yang menantinya, di antaranya penurunan pangkat atau demosi dan penundaan kenaikan pangkat.

“Sanksinya jelas bisa demosi, penundaan pangkat, bahkan sampai ke kurungan,” kata Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol M Iqbal di Mabes Polri, Senin (26/3).

Iqbal menjelaskan, sanksi tersebut nantinya akan diputuskan berdasarkan pemeriksaan dari Propam Polri terhadap Heru.

“Nanti akan diputuskan, sekarang berproses. Saya jelaskan ada SOP mekanisme dalam pelanggaran disiplin dan kode etik profesi yang dilakukan setiap anggota Polri, kalau pidana jelas hukum acara. Kita tidak main-main,” katanya.

Peristiwa penembakan gas air mata ini terjadi pada 19 Maret lalu dalam proses eksekusi lahan di Luwuk. Proses eksekusi lahan ini berdasarkan keputusan Pengadilan Negeri Luwuk Banggai.

Proses eksekusi lahan ini awalnya terhalang oleh barisan ibu-ibu pengajian yang menggelar zikir di pertigaan jalan menuju lokasi eksekusi. Petugas sempat bernegosiasi dengan ibu-ibu tersebut tapi tak menemukan titik temu.

 

‘Tulisan ini dikutip dari kumparan.com’

 

Paling kereennn..

Rakyatsulteng.com adalah media online milik PT. Media Sinergi Nusantara. Kehadirannya bukan hanya sekedar menyampaikan informasi sesuai dengan prinsip jurnalistik, lebih dari itu, berusaha membangun dan merawat kebersamaan untuk kehidupan yang lebih baik.
To Top
Shares