Daerah

Grind Banggai Minta Penggusuran Tanjungsari dihentikan

foto :istimewa

BANGGAI – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Garda Rajawali Perindo (Grind) Kabupaten Banggai mengaku sangat prihatin terkait pelaksanaan eksekusi lanjutan di kawasan Tanjungsari, yang dilaksanakan Senin, 19 Maret 2018.

“Kami sangat prihatin dan meminta prosesnya segera dihentikan,” kata Ketua DPD Grind Banggai Dedy.

Menurut Dedy, masyarakat yang menjadi korban masih trauma pada eksekusi (penggusuran) pertama, pada Rabu, 5 Mei 2017. Kini, mereka harus merasakan hal yang sama terulang lagi.

Eksekusi di wilayah Kelurahan Karaton, Banggai, Sulawesi Tengah ini merupakan eksekusi lanjutan dari yang sebelumnya, dengan  luasan kurang lebih 7 hektar. Namun karena dalam putusan maupun peninjauan kembali (PK) yang menetapkan batas kepemilikan Berkah Albakar, mengacu pada batas alam, maka dimungkinkan eksekusi semakin meluas, bahkan sejumlah objek vital turut disebut ikut tergusur dalam eksekusi.

Karena itu, Dedy juga mempertanyakan bagaimana dengan legalitas hak milik (SHM) warga yang berada diatas objek eksekusi, bagaimana ketika mereka mempertahankan hak mereka.

“Bukankah mereka juga memiliki legalitas yang dijamin negara?,” katanya.

Menanggapi adanya pengawalan luar biasa dari aparat kemanan yang mencapai 1000 orang itu, Dedy menganggap hal itu berlebihan. Diapun mengingatkan, lembaga pengadilan agar senantiasa menjunjung tinggi keadilan seperti yang selalu termuat dalam perkara peradilan pada semua tingkatan.

Penulis : Mohamad Zain

 

Paling kereennn..

To Top
Shares