Ini kata Kejati Sulteng Setelah Mendapat Desakan dari AMPIBI untuk Menahan Eks Pejabat Kabag PUM Parimo, ZF

  • Whatsapp

Rakyatsulteng – Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tengah (Sulteng) menyahuti desakan dari AMPIBI Parimo untuk menahan mantan Kabag PUM Parimo ZF.

Dalam pemberitaan sebelumnya di media ini, desakan itu karena AMPIBI Parimo menganggap bahwa ZF telah ditetapkan sebagai tersangka (TSK).

Bacaan Lainnya

Pasalnya, secara resmi sudah menahan dua tersangka lainnya atas dugaan kasus korupsi lahan fiktif, masing-masing RM dengan Surat perintah penahanan nomor : Print-06/P.2.5/Fd.1/07/2021 tanggal 9 Juli 2021 dan tersangka AR di tahan berdasarkan Surat perintah penahanan Nomor : Print-08/P.2.5/Fd.1/07/2021 tanggal 9 Juli 2021.

“Kami berharap Kejaksaan Tinggi Sulteng bersikap adil terkait penahanan tersangka kasus lahan tersebut. Ini kemudian menimbulkan tanda tanya di ruang-ruang publik. Ada apa dengan Kejaksaan Tinggi, mengapa dua orang sudah di tahan sedang satu orang dibiarkan bebas berkeliaran seperti ini. Kok bisa ada previlege kepada tersangka ZF,” ungkap Kepala Bidang Advokasi dan Hukum, Aksi Masyarakat Peduli Birokrasi AMPIBI Parimo, Erdan Labanduna,S.H.

Menanggapi hal itupun, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulteng, Jacob Hendrik Pattipeilohy, SH, MH, melalui Kasi Penkum Kejati Sulteng, Reza Hidayat,SH,MH menjelaskan, Kejati Sulteng menghargai terkait pernyataan dari AMPIBI.

“Dan kami anggap sebagai bentuk perhatian atas penanganan perkara di Kejati Sulteng,” kata Reza, Senin.

Namun, lanjut Reza sapaan akrabnya bahwa penanganan perkara baik penyelidikan, penyidikan dan penuntutan, harus terbebas dari desakan atau intervensi pihak manapun.

“Tindakan yang ditempuh baik penahanan, penggeledahan dan penyitaan, merupakan kewenangan penyidik yang diambil berdasarkan pertimbangan yang matang dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” sambungnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.