Issu Radikalisme Kini Sudah Terjawab Melalui Dialog Interaktif Formosa

  • Whatsapp

Papua, rakyatsulteng – Untuk mencegah muncul dan berkembangnya radikalisme yang saat ini sering disuarakan oleh oknum Pro Kemerdekaan Papua, Forum Pemuda Bangsa (Formosa) yang didukung oleh Ikatan Alumni Universitas Pertahanan (IKANI UNHAN) melakukan dialog interaktif dengan tema ‘Komitmen NKRI Ditanah Papua’ Senin (15/6/2020).

Dialog tersebut dimoderatori oleh Mahasiswa Pascasarjana UNHAM, M.Apriawan Repadjori dengan tiga Narasumber yang berasal dari berbagai latar belakang.

Bacaan Lainnya

Pembicara pertama, Kol (Chb) Immanuel Franthos Papare yang merupakan TNI Asal Papua menjelaskan bahwa issu rasisme ini menjadi alat untuk menimbulkan perpecahan dikalangan masyarakat.

“Padahal kalau kita lihat bukan hanya di Indonesia, issu rasisme ini hampir terjadi diseluruh Dunia dan bukan hanya di suku Papua, tetapi semua suku bisa dimainkan dengan issu ini,” ungkapnya.

Immanuel menambahkan bahwa masalah di Papua adalah masala Indonesia, sebab Papua menjadi barometer, maka seyogyanya Pemeeintah hadir disana.

“Struktur yang ada dalam Pemerintahan Pusat juga masih sangat kurang yang berasal dari tanah Papua,” tuturnya.

Sementara itu, pembicara kedua Dr. Supandi Halim selaku Akademisi UNHAN dan juga merupakan Sesprodi Ekonomi Pertahanan UNHAN menerangkan berbagai hal terkait pembangunan yang berada di Papua terkhusus ditinjau dari sudut pandang ekonomi pertanahan. Menurutnya Kolaborasi Triple Helix antara Pemerintah, Pengusaha dan Akademisi menjadi kunci suksesnya suatu pembangunan.

“Pendekatan pembangunan ekonomi pertahanan adalah bagaimana SDN dapat dikelola dengan baik untuk kemakmuran, dengan konsep serasi selaras dan seimbang,” terangnya.

Disisi lain, pembicara ketiga Yeldi S Adel selaku Direktir Risearch Formosa mengungkapkan bahwa Pemerintah NKRI telah berkomitmen di tanah Papua, melalui data Yeldi bercerita mengenai program yang sudah di upayakan Pemerintah demi kemakmuran masyarakat Papua.

“Hal ini bisa dilihat dari program percepatan pembangunan infrastruktur, program beasiswa dalam bidang pendidikan dan juga program kesehatan oleh Pemerintah saat ini, walau begitu pembangunan harus tetap di evaluasi terutama pembangunan harus serasi dengan kebudayaan masyarakat yang ada di Papua,” jelasnya.

Setelah Narasumber memberikan pemaparan, Apriawan selaku moderator memberikan kesempatan kepada tiga orang penanya tercepat, setelah itu kegiatan ditutup oleh Sekjen DPP Formosa, Rafiq dan berakhir dengan sesi foto bersama. ***

Editor: Rian Afdhal Hidayat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.