SULAWESI TENGAHTERBARU

Jaman Parimo Dampingi Desa dalam Penerapat SID Berbasis Website

Sistem Informasi Desa atau biasa di singkat dengan SID, merupakan sistem pengelolaan berbagai data desa, mulai dari administrasi, kependudukan, hingga soal potensi yang ada. Data tersebut kemudian bisa diolah menjadi informasi publik atau dipasok ke Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi untuk berbagai keperluan.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggalakkan, penerapan Sistem Informasi Desa (SID), Mulai sejak tahun 2013 dan baru dapat di terapkan sejak Tahun 2015.

Saat ini penerapan SID tersebut telah mencapai 60 persen. “Dari 75.000 desa (di Indonesia), sekarang sudah sekitar 60 persen yang tersambung ke sistem informasi desa,” ujar Mirza kepada rakyatsulteng.com Jum’at, (1/11).

Menurut Data Kominfo, kata Mirza, penggunaan SID untuk Desa-desa Di lingkup Kabupaten parigi Moutong masih Sangat Terbilang baru, hanya ada beberapa Desa yang telah menerapkannya untuk membantu proses administrasi desa dan keterbukaan layanan publik.

Untuk Mendorong hal tersebut Dewan Pimpinan Kabupaten Jaringan Kemandirian  Nasional (JAMAN) menggalakan program pendampingan terhadap Desa dengan yang ingin memperbaiki tata kelola desa dengan bantuan Sistem Informasi Desa.

Menurut ketua DPK Jaman Parimo Mirza, pendampingan yang mengambil tajuk modernisasi Desa Menuju Revolusi Industri 4.0. “Ini bertujuan untuk mengenalkan cara baru dalam hal pengelolaaan desa dengan system digital dengan harapan bahwa kedepan akan terintegrasi ke tingkat pemerintahan di atasnya,” ujarnya.

Saat ini telah ada dua Desa di Kabupaten Parigi Moutong yang sedang di dampingi oleh Jaman, Yakni Desa Tomini Utara dan Desa kotaraya Barat, “Dan akan terus di upayakan bertambah serta akan kami dampingi dalam jangka waktu yang tidak ditentukan,” tambahnya.

Selain dari pada mendorong Penerapan SID berbasis Website, kami juga mengharapkan komitmen dari pihak Pemdes dalam pembangunan Desa dan membuka diri dengan Ide-ide dari banyak pihak termasuk masyarakat desa itu Sendiri,” Tutupnya.

 

Penulis : Mohamad Zain

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close
Close