HeadlineSULAWESI TENGAHTERBARU

Kejari Parigi Tetapkan Kades Ambesia Tersangka Korupsi

Parimo, Rakyatsulteng- Kejaksaan Negeri Parigi telah menetapkan Kepala Desa (Kades) Ambesia Selatan tersangka atas dugaan korupsi dana desa (DD) tahun 2017 senilai kurang lebih Rp. 100 juta.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Tinombo, Eko Raharjo, SH yang ditemui sejumlah media Rabu (31/7/2019) menerangkan dalam pendalaman kasus dugaan adanya tindak pidana korupsi di Desa Ambesia Selatan yang pihaknya tangani saat ini sudah sampai pada penetapan tersangka Kades Ambesia Selatan berinisial AC.

Menurut Eko, kasus yang menjerat AC adalah penjualan aset Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) berupa kapal penangkap ikan jenis bagang pengadaan tahun 2016 melalui DD senilai Rp. 100 juta.

“Harga pembelian awal sebesar Rp. 150 juta untuk dikelola BUMDes, setelah dijual kembali oleh AC menjadi Rp.100 juta yang dijual pada tanggal 1 Mei 2019. Dari pendalaman kami yang bersangkutan terbukti telah menyalahgunakan keuangan negara,” terangnya.

Bukan hanya itu, lanjut dia, pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap dugaan tindak pidana korupsi pembangunan lainnya yang menurut hasil penyelidikan berkisar diangka Rp. 60 jutaan.

Baca Juga :  Lagi, Bapak-Anak Jadi Korban Gorok OTK

akan tetapi sebut dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak berwenang dalam menentukan nilai kerugian sang ditimbulkan.

“Item lainnya yang diduga ada penyimpangan berupa pengadaan peralatan polindes yang hanya bangunannya tersedia, padahal dananya sudah dicairkan sebesar Rp. 16 juta. Kemudian bingkai ikan sebanyak 500 buah, yang sudah dicairkan anggarannya pada bulan oktober 2019, namun belum diserahkan kepada masyarakat yang jumlahnya baru 180 buah. Itupun fisiknya masih dirumah Kades,” tuturnya.

Dia menjelaskan, akibat dari dugaan tidak pidana itu, pihaknya menjerat Kades Ambesia Selatan dengan pasal 2 Undang undang tipikor nomor 31 tahun 1999 junto 20 tahun 2001 dengan ancaman empat tahun kurungan.

Ditambahkannya, untuk tindak pidana korupsi ada namanya uang pengganti, namun ketika kasusnya sudah berada di persidangan dan statusnya terdakwa, uang itu tidak dipenuhi maka akan dikenakan tambahan kurungan penjara yang hukumannya tidak melebihi hukuman dalam tuntutan.

Sumber: Saurus.id

 

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close
Close