Keluar Putusan Bawaslu, TIM Hukum AT-FM Sebut Tuduhan Fiktif

  • Whatsapp
Tim hukum AT-FM usai melakukan persidangan di Kantor Bawaslu Provinsi Sulteng. Foto: IST

Palu, rakyatsulteng – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyatakan kasus dugaan pelanggaran Terstruktur Sistematis Masif (TSM) yang dilakukan oleh paslon Bupati dan Wakil Bupati Banggai nomor urut 2, Amirudin Tamoreka – Furqanudin Masulili (AT-FM) tidak terbukti secara sah dan meyakinkan.

Hal itu diungkapkan oleh Komisioner Bawaslu Sulteng, Sutarmin usai melakukan persidangan di Kantor Bawaslu Sulteng, Senin (28/12).

Bacaan Lainnya

“Putusannya itu, bahwa terlapor dalam hal ini, Amirudin Tamoreka – Furqanudin Masulili tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. Karna harus teepenuhi 3 unsur komulatif (TSM),” ungkapnya.

Kasus yang dilaporkan oleh pasangan calon (paslon) nomor urur 3, Herwin Yatim – Mustar Labolo (WinStar) adalah diduga tim pemenangan AT-FM menandatangani surat perjanjian kerjasama yang diajukan oleh Sumber Daya Manusia (SDM) dan Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Banggai.

Dalam isi perjanjian itu diantaranya, mengakomodir operasional tim PKH untuk melakukan penguatan politik di 23 Kecamatan dan menyediakan anggaran untuk Kelompok Usaha Bersama (Kube) bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH se-Kabupaten Banggai serta menjamin keberlanjutan usaha tersebut.

Saat diwawancarai PaluPoso, tim hukum dari AT-FM, ZulHarbi Amatahir mengatakan pihak dari tim hukum AT-FM telah memprediksi bahwa format laporan yang telah dilaporkan dinilai rekayasa dan fiktif.

“Karna dimanapun logika hukum, yang potensi melakukan pelanggaran TSM ini adalah petahana, sementara AT-FM sama sekali jauh daripada unsur-unsur birokraksi. Makanya apa yang dituduhkan kepada kami tidak lebih dari cerita fiktif,” tuturnya.

Sehingga, pihaknya sangat berterimakasih kepada Bawaslu Sulteng mempunyai integritas yang tidak bisa di intervensi.

“Kami berterimakasih kepada Bawaslu yang punya integritas tidak bisa di intervensi sehingga mengambil keputusan yang adil,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.