Langgar Kode Etik, DKPP Berhentikan Tidak Hormat Penyelenggara Pemilu asal Parigi Moutong

  • Whatsapp

Jakarta, rakyatsulteng – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memutuskan memberhentikan dengan tidak hormat dua orang penyelenggara pemilu. Salah satunya berasal dari Parigi Moutong.

Pemberhentian itu akibat pelanggaran kode etik berupa rangkap jabatan pengurus partai politik (parpol).

Bacaan Lainnya

Mereka yang diberhentikan salah satunya anggota KPU Kabupaten Parigi Moutong, atas nama Tahir.

“Menjatuhkan sangsi Pemberhentian Tetap sejak putusan ini dibacakan,” kata anggota DKPP Teguh Prasetyo seperti dilansir CNN Indonesia, Rabu, (24/6/2020).

Sangsi tersebut diputus dalam sidang DKPP yang digelar pada (24/6).

DKPP juga telah memerintahkan Bawaslu dan KPU masing-masing untuk melaksanakan putusan paling lama tujuh hari setelah putusan dibacakan.

Sebagai Informasi, Tahir dilaporkan ke DKPP atas dugaan pelanggaran kode etik sebagai penyelenggara pemilu karena masih terdaftar sebagai anggota parpol.

Tahir tercatat sebagai pengurus DPC Partai Demokrat Tahun 2016 dengan jabatan Wakil Ketua V. Nama Tahir tercantum sebagai pengurus juga dibuktikan SK DPP Partai Demokrat Nomor 313/SK/DPP.PD/DPC/XII/2016 tanggal 22 Desember 2016 periode 2016-2021.

DKPP sendiri memandang hal itu bertentangan dengan ketentuan Pasal 21 ayat (1) Huruf I Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilihan Umum.

Aturan itu menjelaskan penyelenggara pemilu tidak lagi menjadi anggota partai politik setidaknya lima tahun saat mendaftar sebagai penyelenggara pemilu.

Editor: Mohamad Zain

Sumber Foto Utama tribunnews.com

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.