Gagasan

LMND Sulteng Kecam Tindak Penggusuran Paksa Terhadap Warga Tanjung Sari, Banggai

Pengunjuk rasa dalam memgecam tindakan represif aparat kepolisian. (foto: ist)

Palu, Rakyatsulteng- Penggusuran jilid II yang terjadi di Tanjung Sari kelurahan Keraton Kabupaten Banggai, pada Senin, 19 Maret 2018, tidak tanggung-tanggung menurunkan personil gabungan dari TNI-POLRI sebanyak 1000 orang untuk proses pengamanan eksekusi lahan Tanjung.

Semenjak penggusuran jilid I pada Tahun lalu, tepatnya bulan Mei 2017, oleh PN Banggai dan aparatur negara yang terkait kami memantau tak ada niat serius dari Pemda setempat untuk mencarikan solusi kongkrit terhadap sengketa lahan Tanjung.

Tidak tanggung-tanggung pula 343 KK dan 1411 jiwa yang bermukim dilahan eksekusi hingga detik-detik penggusuran jilid II terjadi masih banyak yang tinggal dirumah-rumah alternatif (Pondokan) yang dibangun sendiri oleh masyarakat dan tidak mendapatkan fasilitas rumah pindah ataupun ganti rugi. Padahal mereka memiliki sertifikat tanah yang masih diakui oleh hukum.

Derita rakyat yang luar biasa ini menurut kami (LMND Sulteng), merupakan kejahatan kemanusiaan yang tak ada ampun, saya Neny Setyawati Kotae, selaku sekertaris Wilayah LMND Sulteng mengecam keras tindakan-tindakan yang dilakukan oleh aparatur negara terhadap masyarakat Tanjung Sari, Banggai.

Untuk itu secara organisasional kami dari LMND Sulteng mengintruksikan kepada seluruh kawan-kawan diberapa Kabupaten/kota yang berada di Sulteng untuk ikut bersolidaritas untuk warga Tanjung dan khusus kepada LMND Kabupaten Banggai, terus mengawal dan berada ditengah-tengah masyarakat Tanjung.

Sampai waktu berita ini dikirim ada dua Kabupaten/kota yang turun kejalan dalam bentuk aksi massa untuk bersolidaritas terhadap masyarakat Tanjung (Eksekutif Kabupaten Buol dan Eksekutif Kota Palu).

Sebab dari itu dalam aksi-aksi solidaritas kami menuntut untuk dicopotnya Bupati Banggai karena dinilai telah gagal dalam menjalankan tugas sebagai pimpinan daerah, meminta polda Sulteng untuk menarik semua personilnya yang berada di Tanjung Sari, kembalikan tanah rakyat Tanjung, tegakkan pasal 33 UUD 1945 dan Menangkan Pancasila sebagai jawaban atas konflik penggsuran diseluruh Indonesia, terutama kasus penggusuran Tanjung Sari, Kabupaten Banggai.

Penulis adalah Sekretaris Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Sulawesi Tengah.

 

EDITOR: MZ

Paling kereennn..

To Top
Shares