Iptek

Mau Jadi Mahasiswa Kedokteran Untad? Berikut Biaya Yang Harus Disiapkan

Masih ingatkah kamu dengan kamu kasus Suharsi yang sempat viral tahun 2016 lalu? Ialah Suharsi seorang gadis remaja asal Sigi yang berkeinginan melanjutkan studi pada program pendidikan Dokter namun sayang mimpi tersebut harus kandas ditengah jalan lantaran tidak mampu membayar biaya masuk kuliah yang cukup tinggi.

Kasus ini menjadi sangat heboh sebab diperbincangkan diberbagai media lokal serta masifnya advokasi teman-teman BEM Untad yang mendulang Gerakan Donasi Untuk Suharsi baik secara online maupun offline. Tidak tanggung-tanggung bahkan sampai ke meja walikota dan gubernur loh.

Donasi untuk Suharsi via kitabisa.com

***

Belajar dari kasus Suharsih tersebut, bagi kamu yang ingin masuk kedokteran Untad tahun ini ada baiknya mengetahui skema pembiayayan yang harus kamu persiapkan sebelum melakukan pendaftaran. Sehingga persiapanmu benar-benar matang dan tidak tersangkut ditengah perjalanan.

Besaran biaya perkuliahan Program Studi Kedokteran sebagaimana yang tercantum dalam web untad.ac.id ialah sebagai berikut:

Besaran biaya perkuliahan Program Studi Kedokteran [1], ialah sebagai berikut :

  1. Membayar UKT sebesar Rp. 8.500.000,-(delapan juta lima ratus ribu rupiah)berdasarkan Permenristek Dikti Nomor 39 Tahun 2016 tentang Biaya Kuliah Tunggal dan Uang Kuliah Tunggal pada Perguruan Tinggi Negeri di Lingkungan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang dapat dilihat padaLAMPIRAN BERIKUT
  2. Membayar Sumbangan Peningkatan Mutu Akademik (SPMA) sebesar RP. 40.000.000,- (Empat Puluh Juta Rupiah)untuk jalur SNMPTN dan RP. 50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah) jalur SBMPTN dan SMMPTN, sesuai Peraturan Kementerian Keuangan Nomor: 73/PMK.05/2015 tentang tarif layanan Badan Layanan Umum Universitas Tadulako pada Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.
  3. Hibah dari orang tua yang besarannya akan dibicarakan orang tua dengan pimpinan Universitas Tadulako, sesuai Pasal 84 ayat (2) Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggijo. Pasal 1338 Kitab Undang-undang Hukum Perdata.

Nah berdasarkan pengetahuan penulis biaya paling mahal adalah biaya “hibah” yang dibebankan kepada orang tua. Jumlah ini tidak menentu. Berbeda-beda untuk masing-masing individu. Bisa puluhan juta bahkan ratusan juta. Pada kasus Suharsi besaran biaya “hibah” yang dibebankan ialah senilai Rp 226.500.000. Jadi bila dijumlahkan total biaya akhir yang harus kamu persiapkan adalah Rp. 275.000.000 (Dua Ratus Tujuh Puluh Juta Rupiah).

Bahkan bila biaya hibah dihapuskan kamu masih harus mengumpulkan sekurang-kurangya Rp 58.500.000,- untuk bisa mengenyam kuliah pendidikan dokter di kampus Untad. Nilai yang cukup besar ya

Biaya kuliah di fakultas Kedokteran memang terbilang sangat mahal. Alasannya kedokteran Untad masih terbilang baru, sehingga membutuhkan biaya pembangunan gedung, pengadaan alat laboratorium, membeli bahan praktikum dan membayar ongkos dosen terbang. Meski demikian biasanya ada kebijakan yang diberikan oleh pihak kampus dalam bentuk pengurangan nominal “hibah”yang dibebankan atau dapat juga berupa keringanan pembayaran yang dapat diangsurselama kamu berkuliah.

Alternatif lain buat kamu yang berprestasi, tetapi tidak mampu membayar biaya UKT nya sekalipun, sebaiknya menempuh jalurbidikmisi. Bukan melalui jalur SNMPTN atau SBMPTN. Karena jalur bidikmisi memang diperuntukkan untuk mereka yang berprestasi, tetapi tidak mampu membayar uang kuliah.

Alternatif berikutnya sebaiknya kamu melalukan pendaftaran kedokteran dikampus-kampus besar di Jawa, semisal UI, UNPAD, UNAIR, dsb. Dibeberapa kampus besar tersebut terkadang hanya membebankan biaya UKT nya saja. Tanpa biaya Sumbangan Peningkatan Mutu Akademik atau Biaya Hibah lainnya. Bahkan di UNPAD biaya kuliah fakultas kedokterannya di-GRATIS-kan!

Jadi bila kamu lolos kedokteran UNPAD kamu bisa kuliah GRATIS sampai selesai.

So, Jangan patah semangat ya. Harapan akan selalu ada bagi yang mau berusaha mengejarnya ? (ANAKUNTAD)

Paling kereennn..

Rakyatsulteng.com adalah media online milik PT. Media Sinergi Nusantara. Kehadirannya bukan hanya sekedar menyampaikan informasi sesuai dengan prinsip jurnalistik, lebih dari itu, berusaha membangun dan merawat kebersamaan untuk kehidupan yang lebih baik.
To Top
Shares