Melihat Karakter Masyarakat Sulteng, Ketua Lab Sosiologi Untad Berharap Pilkada Ditunda

  • Whatsapp
Hasan Muhamad, Ketua Lab Sosiologi, Fisip,Untad.IST

Palu, rakyatsulteng – Melihat karakteristik masyarakat Sulawesi Tengah (Sulteng) yang acap kali abai dengan peraturan covid-19 serta senang berkumpul melakukan interaksi sosial, maka Ketua Lab Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Tadulako (Untad), Hasan Muhamad berharap Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di tunda khususnya di Sulteng.

“Saya berharap Pilkada ini harusnya di tunda, sebab secara sosiologis memang masyarakat Sulteng senang berkumpul dan melakukan interaksi sosial, padahal sudah di beritahu pakai masker tapi melihat keadaan di lingkungan kita saja masih banyak yang tidak memakai masker, sementara di Palu ini semakin tinggi angka positif Covid-19,”ujar Hasan Muhamad, saat diwawancarai diruang kerjanya, Senin (21/09/2020).

Bacaan Lainnya

Dikatakan, model gaya hidup seperti ini, aturan apapun yang akan berlakukan belum tentu bisa di dengarkan oleh masyarakat, satu-satunya jalan Pilkada harus di tunda, sampai covid-19 berakhir walaupun tidak ada yang bisa memprediksi secara akurat kapan covid-19 akan selesai.

“Tradisi kumpul pakai musik, di masa pandemi ini bagaimana mungkin bisa dilakukan, apalagi mau kumpul orang via zoom tidak ada orang yang mau ikut, jadi sekali lagi satu-satunya cara Pilkada di tunda,”ucapnya.

Dosen Jurusan Sosiologi itu menjelaskan, karena memang karakter masyarakat Sulteng, pada saat dirinya melakukan perjalanan ke Desa Limboro, terdapat pasar malam, di pasar malam tersebut ribuan orang tidak ada yang pakai masker, meskipun sudah diberikan sosialiasi pada pelaksanaan Pilkada diwajibkan untuk pakai masker, belum tentu ada yang mau mendengarkan.

“Walaupun saya bukan ahli dalam bidang covid-19, namun secara sosiologis kita bisa liat bagaimana masyarakat Sulteng menyikapi hal ini, bahkan ada kesan bagi mereka bahwa covid-19 hanya di buat-buat, padahal mereka tidak tau sudah banyak orang yang mati karena covid-19,”jelasnya.

“Jadi dengan melihat karakteristik masyarakat Sulteng, saya khawatir jika kita tetap melaksanakan Pilkada akan menjadi masalah, pastinya akan terjadi kerumunan massa, sebab kalau penyampaian itu tidak di dengarkan masyarakat, maka akan banyak korban lagi,”tandasnya.

Penulis : Miftahul Afdal

Editor: Rian Afdhal Hidayat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.