Mencuat Kasus BPJS Saat Debat Pilgub, Sayutin: Jawaban Paslon 01 Tidak Berdasar Fakta

  • Whatsapp

Palu, rakyatsulteng – Terkait hilangnya data 44 ribu jiwa masyarakat Parigi Moutong tahun 2019 dari Non DTKS PBI JK APBN, mencuat dalam debat Pilkada Gubernur semalam. Jawaban paslon 01 menuai respon dari Ketua DPRD Parigi Moutong, Sayutin Budianto.

“Pak Hidayat jangan serta merta melempar kesalahan ke pemerintah pusat. Memang benar itu diputus secara Randown oleh pusat, akan tetapi mana tanggung jawab Pemda Provinsi terhadap Daerah Otonomnya yakni Kabupaten Parigi Moutong,” ungkap Sayutin di Parigi Moutong, Minggu (1/11/2020).

Bacaan Lainnya

Pada saat kasus ini menguat, kata Sayutin, dia telah meminta agar Pemerintah Provinsi menanggulangi.

“Kami sudah minta Pemprov membantu kami dalam hal menyelasikan Masalah itu. Namun, pihak Pemprov dalam hal ini Sekprov saat itu, hanya mengembalikan pertanggung jawaban ke Kabupaten ketika kami melakukan konsultasi ke Pemprov pada tanggal 23 Januari 2020,” tegasnya.

Menurut Sayutin, jawaban Paslon 01 semalam tidak berdasar fakta. Kondisi yang sebenarnya tidak seperti itu. Justru, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang tidak mampu mengambil langkah-langkah berani untuk mengcover kebutuhan penanggulangan BPJS/KIS itu.

Sayutin menjelaskan, BPJS pertanggal 1 September 2020 menonaktifkan pelayanan akibat dari terputusnya kontrak Pemda Provinsi. Sehingga mengakibatkan sejumlah 23.939 Jiwa masyarakat Parimo kehilangan Hak Pelayanan Dasar yakni Kesehatan.

Dari 23.930 jiwa yang terputus kontraknya per 1 September 2020 kata Sayutin, Pemda Provinsi Sulteng hanya melakukan alokasi tanggungan ke Masyarakat Parimo dalam APBD Perubahan 2020 terhitung dari Bulan November s/d Desember 2029 sebanyak 13.632 jiwa dan yang tidak tertanggung lagi sebanyak 10.298 jiwa.

“Hal ini menjadi beban berat buat kami yg intinya Pemda Provinsi harusnya meringankan beban kami sebagai Kabupaten penyumbang terbesar ke-3 angka kemiskinannya di Provinsi ini,” beber Sayutin.

Lebih jauh, kata Sayutin, bahwa kasus ini sudah mencuat sejak tahun 2019.

“Kami pontang panting cari solusi sejak Desember 2019 hingga Januari 2020, tapi Sekprov yang kini jadi Paslon 01 itu tidak memberikan solusi,” pungkasnya.***

Untuk diketahui, Total Pemetaan Data Pemda peserta BPJS/KIS, yakni 118.513 Jiwa yang terbagi:

1. Tanggungan Provinsi Sulteng sebanyak 23.930 Jiwa Masyarakat Parigi Moutong.
2. Tanggungan Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 94.583 Jiwa.

Editor: Rian Afdhal Hidayat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.