Menelan Korban, Sejumlah Pihak Minta Kapolda Sulteng Bertanggungjawab atas Peristiwa Tambang Buranga

  • Whatsapp

Palu, Rakyatsulteng – Baru-baru ini pertambangan illegal yang berada di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Parigi Moutong menelan korban jiwa.

Aktifitas pertambangan illegal itu bukan tanpa sepengetahuan aparat kepolisian polda sulteng.

Bacaan Lainnya

Namun sebelumnya beberapa pihak pemerhati pertambangan telah menyurati kepolisian daerah sebelum terjadi peristiwa naas tersebut.

“Beberapa waktu lalu kami dan sejumlah pemerhari lingkungan telah menyurati Kapolda Sulteng untuk segera menghentikan aktivitas pertambangan ilegal yang Ada diwilayah sulteng terutama di Parimo dan Morowali tapi tidak juga ditindaklanjuti,” kata Aim Ngadi belum lama ini.

Akibat dari adanyanya pembiaran yang dilakukan oleh aparat penegak hukum, terjadilah sebuah peristiwa longsor dilokasi tambang Ampibabo yang menelan korban jiwa.

Baca: Video Viral, Diduga Puluhan Orang Tertimbun Longsor Dipertambangan Ampibabo

“Permintaan kami cukup jelas dan tegas, ini didasari dari sikap pihak penegak hukum yang terindikasi melakukan pembiaran,” lanjut Aim.

“Bukan mencari kesalahan, tapi menilai kejadian ini dengan objektif, maka Kapolda Sulteng dan Kapolres Parigi Moutong yang juga harus ikut bertanggungjawab, karena saat itu kami meminta secara resmi untuk menutup aktifitas pertambangan yang membahayakan itu,” lanjut ketua DPD Pospera Sulteng.

Pihaknya juga meminta kepada Gubernur terpilih untuk mengambil langkah tegas daoam menertibkan pertambangan ilegal di Sulteng.

Klik Gambar untuk Download Aplikasi Simpeljek di Google Play Store dan temukan Voucher Gratis Ongkir!!!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.