Pengangguran Terbuka di Sulteng Mengalami Peningkatan

  • Whatsapp
Kepala Bidang Statistik Sosial (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah, Mohamad Fadlian Syah, SST., M.Si Foto: Rian Afdhal Hidayat

Palu, rakyatsulteng – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Sulteng pada Bulan Agustus 2020 sebesar 3,77 persen, atau mengalami peningkatan sebesar 0,66 poin persen dibanding TPT Bulan Agustus 2019 sebesar 3,54 persen.

“TPT di Sulteng saat pendataan terakhir di bulan Agustus 2020 mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya,” ungkap Kepala Bidang Statistik Sosial (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah, Mohamad Fadlian Syah, SST., M.Si, saat ditemui Palu, Jum’at (27/11).

Bacaan Lainnya

Fadli melanjutkan, pada Agustus 2020 juga tercatat 67,37 persen penduduk Sulteng bekerja pada sektor informal dan persentasenya meningkat sebanyak 4,4 poin persen dibanding Agustus tahun 2019 sebesar 62,97 persen.

Sementara, penduduk yang bekerja di sektor formal tercatat pada bulan Agustus 2020 mengalami penurunan sebanyak 4,4 poin persen dari 37,03 persen Agustus 2019 menjadi 32,63 persen Agustus 2020.

Fadli menjelaskan, selama setahun terakhir ini, terdapat 4 sektor yang mengalami penurunan persentase penduduk bekerja yakni di bidang Industri Jasa Pendidikan (-0,68 persen), Industri Pengolahan (-0,61 persen), Pertambangan dan Penggalian (-0,43 persen) serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (-0,31 persen).

Sementara, persentase pekerja penuh (jam kerja minimal 35 jam perminggu) sebesar 59,97 persen. Sedangkan penduduk bekerja tidak penuh (jam kerja kurang dari 35 jam seminggu) sebesar 40,03 persen.

Dia menambahkan, pengangguran yang disebabkan oleh Covid-19, jika dirinci pekerja laki-laki sebanyak 4,63 ribu orang dan perempuan 4,50 ribu orang.

“Jadi totalnya 9,13 ribu orang atau setara dengan 15,37 persen dari total penganggur di Sulteng secara umum karena Covid-19,” tuturnya.

Menurutnya, dampak Covid-19 ini sangat besar terhadap peningkatan pengangguran di Indonesia khususnya Sulawesi Tengah.

“Artinya, Covid-19 ini sangat besar sekali dampaknya terhadap peningkatan pengangguran,” ujarnya

Dia menerangkan, setiap tahun Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan pendataan yang disebut sebagai Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) dan survei itu dilakukan sebanyak 2 kali dalam setahun yaitu di Bulan Februari dan Agustus.

“Kita melakukan pendataan itu setahun dua Kali, Bulan Februari dan Agustus, dimana pendataan bulan Februari hanya dapat melakukan estimasi indikator ketenagakerjaan sampai dengan level provinsi, sedangkan pendataan bulan Agustus dapat melakukan estimasi indikator ketenagakerjaan sampai dengan level kabupaten/kota,” pungkasnya.

Penulis: Rian Afdhal Hidayat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.