Penyanderaan Anak di Kalsel, 5 Jam Negosiasi, Tersangka Todongkan Pistol ke Kepala Korban

  • Whatsapp
Ilustrasi tembakan()

Amuntai, Rakyatsulteng – Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) Kombes Rifa’i mengungkapkan fakta kasus penyanderaan anak di Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Menurut Rifa’i, sebelum tewas ditembak, polisi melakukan negosiasi selama lima jam dengan tersangka SY (46).

Bacaan Lainnya

Saat negosiasi, tersangka menodongkan pistol ke kepala anak yang disanderanya sambil melakukan perlawanan.

“Ketika akan diamankan, tersangka yang menyandera korban melakukan perlawanan,” ungkap Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Rifa’i dalam keterangan yang diterima, Selasa (23/2/2021).

Negosiasi selama lima jam lanjut Rifa’i tak membuahkan hasil.

Tersangka malah menembak polisi menggunakan senjata rakitan yang dibawanya.

Ada dua senjata rakitan yang dipegang tersangka, yaitu pistol dan senapan lengkap dengan beberapa butir amunisi.

“Anggota buser terpaksa melumpuhkan dengan melakukan tindakan tegas. Sehingga berhasil mengamankan korban dan keluarganya,” pungkasnya.

Tersangka kemudian berhasil dilumpuhkan setelah dua tembakan mengenai bagian kaki dan dadanya hingga tewas.

Sebelumnya diberitakan, seorang tersangka pelaku penyanderaan anak di bawah umur berinisial SY di Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan ditembak mati polisi.

Sebelum ditembak mati, SY sempat terlibat baku tembak dengan polisi yang berusaha menyergapnya untuk membebaskan anak dibawah umur yang disanderanya.

SY tewas dalam perjalanan ke rumah sakit setelah menderita dua luka tembak di bagian kaki dan dada.

SY sudah diambil pihak keluarga untuk dimakamkan.

 

Sumber: Kompas.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.