Perindo; Menahkodai Palu Tidak Mudah, Butuh Pemimpin Berpengalaman

  • Whatsapp

Palu, rakyatsulteng – Ketua DPD Partai Perindo Kota Palu Andri Gultom meminta masyarakat untuk memilih pemimpin yang berpengalaman dalam pemilihan Calon Walikota Palu 9 Desember 2020 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Andri saat menghadiri kampanye terbatas di Kantor DPC Partai Perindo Kecamatan Palu Timur, belum lama ini.

Bacaan Lainnya

“Bapak Ibu saudara sekalian, menahkodai kapal besar seperti Kota Palu ini tidak lah mudah, membutuhkan pengalaman. Betul? ” kata Andri Gultom memulai sambutannya.

Ia menjelaskan, bahwa Partai Perindo mendukung pasangan Hidayat – Habsayanti Ponulele selain karena kesamaan visi dan misi, yang terpenting adalah pengalaman menjadi Kepala Daerah. Apalagi Kota Palu sebelumnya mendapat bencana dan persoalan krisis covid 19.

“Membangun Palu ini tidak hanya dengan gagasan, apalagi hanya bagi bagi sembako, dan sebagainya. Tetapi yang terpenting adalah calon pemimpin harus punya pengalaman, karena gagasan yang bagus itu biasanya berbanding terbalik ketika sudah menjadi walikota, karena ada aturan yang membatasi,” jelas Andri.

Olehnya kata dia, masyarakat tidak perlu ragu untuk memilih kembali Hidayat sebagai Walikota Palu karena sudah sangat paham dalam mengelola birokrasi dan tata kelola Pemerintahan.

Terkhusus, kata dia program penanganan bencana sudah berjalan baik, dan masih berproses.

“Jika bapak ibu semua memilih calon walikota hanya karena sembako, dan janji janji, saya pikir Kota kita akan mundur kembali dan sulit untuk bangkit. Mending kita pilih calon yang sudah memberikan bukti bukan janji,” tegasnya.

Dijelaskan, Hidayat memulai karirnya sebagai ASN, kemudian pernah menjabat Kepala Dinas Kebersihan Kota Palu, Kepala Badan Kepegawaian Provinsi Sulteng, Kepala Balitbangda Sulteng dan Wali Kota Palu.

Sementara, Habsayanti Ponulele merupakan pengusaha, akademisi, sekaligus mantan anggota DPRD Provinsi Sulteng.

“Pengalaman seperti ini sangat perlu dalam rangka menahkodai Kota Palu. Itulah yang dinamakan rekam jejak, orang harus melihat rekam jejak seperti apa, prestasi seperti apa,” pungkasnya.***

Penulis: Rian Afdhal Hidayat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.