Permintaan Maaf Yahdi Basma, Longki Djanggola Beri Syarat

  • Whatsapp

Palu, rakyatsulteng – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Longki Djanggola terlihat memaafkan terdakwa Yahdi Basma selaku Anggota Badan Legislatif (Baleg) Sulteng tentang kasus dugaan pelanggaran Undang – Undang Informasi Transaksi dan Elektronik (UU ITE) terkait pencemaran nama baik (hoax) melalui pemberitaan di salahsatu media yang ada di Kota Palu.

Sikap memaafkan itu terlihat pada saat permintaan keterangan kepada saksi (korban) Longki Djanggola yang dihadiri oleh terdakwa Yahdi Basma di Pengadilan Negeri Kelas 1A Kota Palu, Senin (9/11/2020).

Bacaan Lainnya

Hal itu terungkap pada saat Ketua Majelis Hakim, Muhammad Djamir menanyakan kepada Gubernur Longki apakah ingin memaafkan Yahdi Basma.

Dihadapan majelis hakin dan penuntut umum, Gubernur Longki menyampaikan bahwa ia bersedia untuk memaafkan terdakwa. Tetapi, proses hukum tetap harus dilanjutkan.

“Saya maafkan, tetapi proses hukum harus tetap berjalan,” ujarnya.

Menanggapi pernyataan hal itu, Muhammad Djamir mengatakan bahwa ketika sudah sampai di pengadilan, proses sampai putusan tetap akan dilanjutkan.

“Kalau sudah sampai di pengadilan, itu harus ada bunyi putusan. Kalau hanya sampai di penyidik itu bisa SP3, pengadilan tidak ada SP3,” tuturnya.

Kemudian, Muhammad Djamir bertanya kepada terdakwa Yahdi Basma, apakah ingin meminta maaf kepada saksi (korban) Gunernur Longki.

“Bagaimana Pak Yahdi,” tanya Muhammad Djamir.

“Saya mau minta maaf,” jawab Yahdi Basma.

Saat permohonan maaf itu, terlihat terdakwa Yahdi Basma mencium tangan saksi Gubernur Sulteng, Longki Djangola dan saling berpelukan.

Penulis: Rian Afdhal Hidayat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.