HeadlineTERBARU

Pinjam Meminjam, Pihak Bupati Parimo Digugat Pengusaha

Bupati Parigi Moutong (Parimo) Samsurizal Tombolotutu kena gugat. Gugatan tersebut dilayangkan sejumlah kontraktor mengaku pernah meminjamkan uang kepada pihak-pihak Bupati. Pengusaha kelas kakap Sulawesi Tengah (Sulteng) Hantje Yohanes, nampak tertera selaku perwakilan pengusaha sebagai pihak penggugat dalam perkara nomor 28/Pdt.G/2019/PN PRG itu.

Kedua belah pihak bakal menghadap memenuhi panggilan Pengadilan Negeri Parigi (PN Parigi) di muka sidang pada hari Senin, 9 September 2019.

Dalam surat panggilan (relaas) elektronik, atas perintah majelis (Rabu, 3 September 2019) PN Parigi secara resmi menyatakan memanggil pihak-pihak dalam perkara terkait persoalan bakupinjam uang tersebut.

Pihak hantje Yohanes (penggugat), tercatat diwakili oleh pengacara kondang Muslim Mamulai SH MH & Associates, dan bakal memenuhi panggilan sidang oleh PN Parigi pada Senin, 9 September 2019 untuk berhadapan dengan pihak tergugat, yaitu Samsurizal Tombolotutu.

Sekadar info, Kasus gugatan mendera Bupati Parimo Samsurizal Tombolotutu berawal ketika beberapa pengusaha (kontraktor) mengeluhkan sikap Bupati Parimo yang belum juga melakukan pengembalian atas uang-uang disebut diserahkan kontraktor kepadanya.

Proses peminjaman uang tersebut disebut lagi dilakukan melalui tangan orang-orang dekat sang bupati dengan iming-iming proyek.

Tak tanggung-tanggung dari sejumlah kontraktor berdomisili di Kota Palu dan Donggala itu, disebutkan telah menyerahkan uang mencapai nilai miliaran rupiah, namun tak kunjung mendapatkan proyek.

Dan, setelah beberapa kali melakukan upaya penagihan atas uang-uang itu,  namun hasilnya masih nihil. Merasa tak digubris, para kontraktor akhirnya memberi deadline penyelesaian hingga Jumat 19 Juli 2019 lalu.

Para kontraktor disebut memastikan memiliki bukti lengkap terkait penyerahan, kepada siapa dan dimana mereka menyerahkan fulus-fulus itu.

Dijelaskan, peminjaman uang oleh kontraktor ke pihak-pihak lingkaran Bupati Parimo ialah untuk alasan kepentingan Pilkada dan juga pengurusan proyek bencana alam di pusat.

Para kontraktor menyebut, untuk pengurusan Pilkada, peminjaman fulus dilakukan sejak 2017, dan diserahkan kepada oknum bernama Teguh Arifyanto atau Yanto yang memang ngetop dan disebut-sebut sebagai orang dekat bupati.

Sedangkan untuk pengurusan proyek bencana di Jakarta, para pengusaha menyebutkan telah menyerahkan fulus  kepada Kepala BPBD Parigi Moutong, Arifin Ahmad (saat ini menjabat selaku Kadis PUPR Parimo).

Disampaikannya, dari beberapa kontraktor dimintai uang dengan jumlah bervariasi. Mulai dari seratusan juta, lima rausan hingga mencapai miliaran rupiah.

”Kalau yang miliaran ini sepertinya untuk Pilkada karena dipinjam pada 2017 saat mulai masuk tahapan Pilkada. Alasannya untuk bayar partai dan segala kepentingan Pilkada. Untuk kami yang ratusan katanya untuk pengurusan proyek bencana di Pusat. Kami dijanji proyek bencana, serta proyek di PU. Tapi setelah bupati sudah terpilih dan dilantik, diabaikanlah kami semua,” jelas beberapa kontraktor, dikutip dari RadarSulteng.id.

Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Parimo, Arifin Ahmad  nampak membantah soal dugaan pengumpulan uang dari kontraktor, dengan janji akan diberikan proyek-proyek bencana itu.

Ia mengatakan, bahwa saat ini proyek bencana alam di Parimo sampai belum turun. Kalaupun proyeknya ada, para kontraktor dipersilahkan melakukan upaya secara rasional. (radar Sulteng.id/koraindigo.online)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close
Close