Dimasa Pandemi, 168 Orang Meninggal Kecelakaan di Sulteng

  • Whatsapp

Palu, rakyatsulteng – Angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Sulawesi Tengah (Sulteng) masa pandemi covid-19 menunjukan trend peningkatan.

Berdasarkan analisa dan evaluasi, perbandingan angka laka lantas semester I tahun 2020 mengalami peningkatan sebanyak 564 kasus, sedangkan semester I 2019 lalu 533 kasus.

Bacaan Lainnya

“Korban meninggal 168 jiwa atau naik 34% dibandingkan tahun 2019 yaitu sebanyak 125 jiwa, korban luka berat 288 turun 7% dibandingkan tahun 2019 sebanyak 309 orang,” ungkap Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol. Didik Supranoto, SIK Selasa (21/7/2020).

Kata Didik, korban luka ringan 648 orang naik 19% dibandingkan tahun 2019 sebanyak 544 orang, demikian juga dengan kerugian materiil akibat laka lantas naik 33% diangka Rp 2.028.900.000.

“Laka tunggal tahun 2020 sebanyak 37 kasus atau naik 61% dengan korban meninggal 23 jiwa, luka berat 9, luka ringan 45 dan kerugian materiil akibat laka tunggal Rp 294.100.000,” tuturnya.

Lebih lanjut, mantan Kapolres Kolaka ini juga menerangkan, tahun 2020 semester I terjadi 39 kasus tabrak lari dengan korban 6 meninggal, 20 luka berat, 26 luka ringan dan kerugian materiil Rp 27.900.000

“Kecelakaan banyak terjadi pada pukul 15.00-18.00 dan 18.00-21.00,masing-masing 112 kasus, pelaku yg terlibat laka lantas didominasi usia 20-24 tahun sebanyak 73 orang, disusul usia 10-14 tahun 61 orang dan usia 15-19 tahun 58 orang,” beber Didik.

Berdasarkan fungsi jalan, kecelakaan banyak terjadi di jalan arteri sebanyak 394 kasus, sedangkan berdasarkan status jalan laka lantas terbanyak terjadi di jalan Provinsi ada 226 kasus, jalan Kabupaten 180 kasus dan jalan nasional 123 kasus, tandasnya

“Evaluasi terjadinya laka lantas ini disampaikan, agar masyarakat lebih berhati-hati dalam berkendara terlebih saat ini musim penghujan yang akibatkan jalan licin, rawan longsor, banjir dan terjadinya kerusakan infrastruktur jalan, jembatan sehingga membahayakan pengguna jalan,” pungkasnya.

Editor: Rian Afdhal Hidayat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.