Rapid Tes dikenakan Biaya, Anwar Hafid ; Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

  • Whatsapp
Anggota Komisi IX DPR RI, Anwar Hafid (Foto: Istimewa)

Jakarta, rakyatsulteng – Anggota Komisi IX DPR RI, Anwar Hafid, menyesalkan jika rapid test untuk mengetahui gejala awal kasus virus corona (Covid-19) membebankan masyarakat di tengah kehidupan seperti ini.

Pasalnya, program rapid test di beberapa Daerah masih ada yang berbayar, ini salah satu menjadi problem di tengah masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Jadi kita berharap pemerintah melakukan kontrol yang ketat terhadap proses ini, jangan sampai ini disalahgunakan oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan situasi,” ungkap Anwar Hafid, seperti dilansir sindonews.com, Senin.

Dikatakan bahwa, rapid test sebenarnya dilakukan kepada semua masyarakat karena ini salah satu tindakan preventif untuk mencegah kasus baru Covid-19 tanpa membebankan masyarakat.

“Rapid test ini bagian dari penanganan Covid-19 secara keseluruhan. Kalau kita bicara penanganan Covid-19, sekarang ini semua orang terdampak, kalau saya menyarankan kepada pemerintah agar masyarakat, utamanya yang tidak mampu dan anak sekolah, seharusnya rapid test jangan dibebani biaya,” jelasnya.

Disisi lain, Politikus Partai Demokrat ini juga mendorong seluruh masyarakat Indonesia untuk mengikuti rapid test untuk menelusuri keberadaan Covid-19.

“Masyarakat juga jangan alergi soal rapid test karena ini bagian dari tahapan penanganan kesehatan, kita bersyukur kalau seandainya pemerintah memprogramkan rapid test itu karena kita juga secara tidak langsung memeriksakan kesehatan kita. Tapi yang jadi problem orang yang tidak mampu itu, anak sekolah harus dikenakan pembayaran, jangan sampai ibarat sudah jatuh tertimpa tangga,” tuturnya.

Bakal Calon Gubernur Sulawesi Tengah itu juga mengharapkan agar rapid test untuk semua Daerah dilakukan secara gratis, karena program ini, DPR menyetujui penggunaan anggaran sebesar besarnya untuk penanganan Covid-19 melalui Perppu 1/2020.

“Saya berharap rapid test dilakukan gratis dan lebih massif, kalau bisa semua orang Indonesia itu melakukan rapid test, itulah kenapa anggaran Covid-19 itu diberikan sebesar-besarnya untuk itu sebenarnya,” pungkasnya.

Penulis: Rian Afdhal Hidayat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.