HeadlineSULAWESI TENGAHTERBARU

Salat Tarawih Tercepat, 23 Rakaat dalam 7 Menit

Suasana Salat Tarawih di Pondok Pesantren Al-Qur’aniyah, Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terasa berbeda. Untuk menggerakkan salat tarawih di kalangan remaja, Ponpes Al-Qur’aniyah memiliki terobosan dengan menggelar salat tarawih dengan waktu cepat.

Bahkan, bisa jadi, salat yang dilakukan merupakan salah satu salat tarawih tercepat di Indonesia. Dengan durasi kurang lebih tujuh menit, salat tarawih dengan jumlah 23 rakaat bisa laksanakan dengan singkat.

Pengasuh ponpes Al-Qur’aniyah, Azun Mauzun, mengatakan walau salat tarawih yang dilakukan sangat cepat, namun kekhusyukan tetap harus terjaga dan rukun-rukun salat pun tetap dijalani.

“Karena jamaah salat tarawih merupakan kalangan anak muda. Mereka bisa mengimbangi kecepatan imam dalam melaksanakan salat tarawih,” kata dia.

Dengan cara ini, diharapkan para remaja lebih giat dalam menjalankan salat tarawih. Apalagi, pelaksanaan salat tarawih tidak menyita waktu yang lama. Bila dirata-ratakan, setiap dua rakaat membutuhkan waktu sekitar 30 detik saja.

Azun Mauzun mengaku, santri di Ponpes Al-Qur’aniyah memiliki semangat yang berbeda dalam menjalankan ibadah salat tarawih di bulan suci ramadan.

“Dengan salat tarawih yang cepat, mudah-mudahan, jemaah salat tarawih tetap terjaga jumlahnya hingga akhir ramadhan mendatang,” kata dia.

Apalagi, dalam setiap ramadan, jumlah jemaah salat tarawih di beberapa masjid dan musala kerap berkurang jumlah seiring akan berakhirnya bulan ramadhan. Ponpes Al-Qur’aniyah sendiri merupakan pondok pesantren yang berbasis kaum nahdiyin. Santri di ponpes ini berasal dari keluarga kaum nahdiyin yang berada di Pulau Jawa.

Mujib Sairin, salah satu santri Ponpes Al-Qur’aniyah mengaku, salat tarawih dengan waktu yang singkat, membuat salat menjadi lebih khusyuk dan tidak mengantuk.

“Salat jadi lebih cepat, waktu senggang setelah salat tarawih bisa digunakan untuk tadarus Al-Qur’an,”ujar Mujib.

Sementara itu Imam Musala Al-Arofah yang berada di Kelurahan Karangmalang, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Kiai Masduki Djahari, mengakui salat tarawih 23 rakaat yang biasa dilaksanakan oleh kaum nahdiyyin, memang relatif lebih cepat.

“Meski begitu,kami tidak terlalu cepat dalam melaksanakan salat tarawih, karena ada beberapa jemaah yang telah berusia lanjut,” kata dia. (mhr)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close
Close