Satu Pendaki Mapala Untad, Dikabarkan Hilang Dari Gunung Tambusisi

  • Whatsapp

Morowali, rakyatsulteng – Berdasarkan rilis yang diterima media ini, kabarnya satu orang Mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) hilang usai mendaki di Gunung Tambusisi.

Saat berangkat Senin 29 Juni 2020 peserta berjumlah 6 orang dan sampai didesa Lembasemara Soyojaya, Morowali Utara. Namun pada Tanggal 30 Juni 2020 bertambah 1 orang, masing-masing bernama Ibrahim, Alif Hidayat, Faisal, Moh Ali, Akbar, Farel Aditya dan Moh Hayu.

Bacaan Lainnya

“Kemudian pada tanggal 1 Juli 2020 peserta tidak bisa berkomunikasi karena tidak mempunyai signal pada saat di atas Gunung Tambusisi,” seperti rilis yang diterima media ini.

Namun kembali bisa berkomunikasi pada Tanggal 7 Juli 2020 pagi hari dengan kabar bahwa peserta atas nama Faisal, terpisah dari tim.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peserta atas nama Faisal ini merupakan anggota Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Sagarmatha Fakultas Pertanian Untad.

Alif Hidayat, salah satu peserta pendaki mengatakan pada 6 Juli 2020 semua peserta dalam posisi dijalan untuk pulang, tetapi sebelum tiba di pos 2 korban berjalan sendiri mendahului tim.

“Karena khawatir, peserta yang tersisa dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok A berjalan cepat untuk menyusul korban, sedangkan kelompok B berjalan lambat karna saudara Munawan memiliki fisik yang kurang untuk berjalan cepat,” ungkapnya.

Saat sampai di sungai, tim A belum menemukan korban dan berfikir mungkin korban sudab sampai didesa sehingga tim A menyusul.

“Sampai didesa ternyata korban belum ditemukan dan keadaan tim B terjebak di pos 2 karena tidak dapat menyebrangi sungai dalam keadaan hujan deras yang berkelanjutan,” tuturnya.

Pada pagi hari Selasa 7 Juli 2020 tim A bersama warga sekitar kembali menuju pos 2 untuk menemui tim B dengan harapan korban telah ditemukan dengan keadaan sehat walafiat.

Saat menuju ke pos 2, keadaan sungai belum bisa di sebrangi, sehingga mereka lanjut melakukan pencarian ke lokasi yang bisa di jangkau, tetapi hasilnya korban tidak di temukan, hanya saja tas carrier korban di temukan di sebuah Irigasi.

“mohon doa dari teman-teman sekalian, kita berharap korban dalam keadaan sehat walafiat dan dapat berkumpul kembali bersama kita, amin yarobbal ‘alamin,” tuturnya.

Sampai berita ini naik, Badan SAR Nasional (Basarnas) belum menemukan korban.

Penulis: Rian Afdhal Hidayat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.