Setelah Cupika Cupiki, Warga Gorontalo Yang Ada di Parimo Positif Covid-19

  • Whatsapp
Dokumentasi saat Konferensi Pers. Foto IST

Parimo, rakyatsulteng – Satu orang warga asli Gorontalo inisial (P 34th) yang berada di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) dinyatakan Positif Covid-19.

Hal tersebut terbukti setelah melalui hasil pemeriksaan Swab yang dilakukan oleh Tim Kesehatan Parimo.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Parimo, Irwan SKM MKes mengatakan, dari 41 orang yang dilakukan Swab, satu orang dinyatakan positif berasal dari Desa Moutong Timur, Kecamatan Moutong.

“Sesuai hasil pemeriksaan Swab, dari 41 orang yang dilakukan pemeriksaan 40 orang dinyatakan negatif, sedangkan satu orang dinyatakan positif. Penyebabnya karena ia melakukan cupika cupiki bersama pasien positif sebelumnya,” ungkap Irwan saat Konferensi Pers di Posko Gugus Tugas Percepatan Penaganan Covid-19 Parimo, Rabu (9/9/20).



Lanjut, kata Irwan, LL yang dinyatakan positif itu berasal dari Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

“Kami meminta yang bersangkutan untuk menunjukan identitas Kartu Keluarga (KK) dan KTP-nya untuk memastikan apakah dia sudah menetap di Parimo atau tidak, ternyata yang bersangkutan tidak memiliki KK dan KTP sehingga kita memutuskan untuk memulangkan ke daerah asalnya di Gorontalo untuk menjaga jangan sampai terjadi penularan lebih banyak lagi,” tuturnya.

Kemudian, kata Irwan untuk menekan penyebaran Covid- 19, saat ini telah dibuat draf Peraturan Bupati (Perbub) yang didalamnya memuat bahwa bagi warga masyarakat dari Gorontalo yang melintas ke Parimo wajib Rapid Test dan juga dibuat rancangan Perbup tentang penggunaan Masker yang apabila dilanggar sanksinya berupa dipekerjakan sosial seperti membersihkan rumput, pekarangan rumah dan lain sebagainya.

“Dua draf Perbup tersebut sementara dalam proses, dan juga alhamdulillah Parigi Moutong dapat bantuan Alat Pelindung Diri (APD) sebanyak 2000 buah dari Kementerian Kesehatan. Saat ini alat tersebut sudah dalam perjalanan,” pungkasnya.

Penulis: Rian Afdhal Hidayat
Sumber: Diskominfo

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.