Gagasan

Sistem Liberalisasi Di INDONESIA Problem Bagi Banyaknya Penindasan dan Penghisapan

Aktivis LMND Palu, Firman, Devisi Koran dan Bacaan EK-LMND Palu

Gagasan, Rakyatsulteng- Sejarah menunjukkan peran penting pemuda dalam gerakan Indonesia, ditandai dengan perjuangan pemuda yang gigih bersama rakyat sejak era pra kemerdekaan sampai dengan Gerakan Mei 1998 dan hingga saat ini.

Namun, penghisapan dan penindasan oleh imperialisme, feodalisme serta kapitalisme-birokrat, membuat pemuda tidak mempunyai kepastian untuk mengembangkan kemamupuannya sebagai tenaga produktif.

Pemuda kehilangan masa depannya mengalami persoalan akibat system yang berlaku. Berbagai persoalan pun kini dihadapi pemuda, mulai dari PHK massal, ketiadaan kesempatan kerja, penghidupan yang tidak layak, biaya pendidikan yang mahal, keterbelakangan sosial, dan diskriminasi.

Di bawah sistem penindasan Setengah Jajahan- Setengah Feodal (SJSF) yang sama sekali tidak berpihak pada pemuda, masa depan pemuda terampas baik di lapangan ekonomi, politik dan kebudayaan, sehingga tidak memberikan tempat bagi pengembangan diri untuk belajar dan bekerja agar kelak dapat mengabdi kepada rakyat.

Perkembangan tenaga produktif pemuda selama ini terhambat akibat sistem setengah jajahan dan setengah feodal di Indonesia.

Negara menjadikan pemuda sebagai tenaga kerja murah dan sasaran pemasaran saja. Rendahnya lapangan kerja dan mahalnya biaya pendidikan, mendorong pemuda menjadi lumpen perkotaan atau pedesaan yang mempunyai karakter dan kebudayaan yang terbelakang.

Hal ini juga yang mendorong pemuda untuk bertahan hidup melalui tindakan-tindakan anti sosial seperti; (merampok, mencuri, memakai obat terlarang, premanisme, dan lain-lain).

Sehingga di usia yang produktif, seharusnya pemuda sangat mempunyai kepentingan terhadap ketertersediaan lapangan pekerjaan dan pendidikan yang mampu mengembangkan dan membentuk pemuda menjadi tenaga produktif yang dapat menopang kemandirian dan kedaulatan rakyat.

Salah-satu persebaran sektor pemuda adalah Pemuda Mahasiswa sebagai latar belakang dari kita. Mahasiswa sebagai sektor dan golongan yang ada di pemuda, telah membuktikan keaktifan bersama rakyat dari setiap babak-babak perjuangan rakyat Indonesia.

Pemuda mahasiswa mempunyai perbedaan sekaligus merupakan keuntungan yang harus dimanfaatkan untuk menopang perubahan.

Dibanding pemuda buruh, pemuda tani, pemuda mahasiswa mempunyai keleluasaan yang besar untuk belajar memahami teori-teori yang didapatkan di perguruan-perguruan tinggi.

Atas keadaan itu, menjadi salah-satu factor yang mendorong Pemuda mahasiswa ambil bagian dalam perubahan sosial di tengah masyarakat, terutama dalam ranah perjuangan pendidikan (kebudayaan) dan lapangan kerja hingga saat ini.

Akan tetapi, kemampuan pada aspek pengetahuan dan keterampilan yang diberikan institusi pendidikan kepada mahasiswa, kerap dijadikan untuk mendukung kepentingan imperialis AS dan feodalisme serta kapitalisme birokrat dalam melanggengkan penghisapan dan penindasan di Indonesia. Ini menjadi persoalan yang dialami pemuda mahasiswa dalam dunia pendidikan Indonesia yang tidak ilmiah, demokratis dan mengabdi kepada rakyat.

Maka sudah selayaknya kita sebagai pemuda mahasiswa dapat belajar secara teori dan praktek untuk memahami pemuda mahasiswa dan problem pokoknya.

-Perkuat, perhebat, perbesar dan majukan pekerjaan organisasi massa, melawan tiga musuh pokok rakyat, demi terwujudnya Demokrasi Nasional.

Belajar, Mengorganisir, Bersatu, dan Berjuang

Penulis adalah Mahasiswa IAIN Palu, Devisi Koran dan Bacaan Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi Kota Palu.

Paling kereennn..

To Top
Shares