Terkait Pembatasan Akun Twitter, Ketua PRD Sulteng: Negeri Ini Darurat Demokrasi

  • Whatsapp

Palu, rakyatsulteng – Baru-baru ini sosial media tanah air khsusunya Twitter diramaikan dengan pembatasan (suspend) akun resmi milik Partai Rakyat Demokratik (PRD) oleh Twitter.id.

Tanpa penjelasan, akun resmi bertuliskan @prd.indonesia tersebut tiba-tiba mendapatkan suspend dari pihak Twiiter Indonesia.

Bacaan Lainnya

Atas kejadian tersebut, seluruh jajaran struktur PRD se Indonesia beramai-ramai melakukan kecaman atas ketidakjelasan pembatasan dari pihak Twitter Indonesia tersebut.

Tak ketinggalan, Komite Pimpinan Wilayah PRD Sulteng lewat ketuanya Adi Prianto, S.H ikut angkat bicara atas ketidakjelasan pembatasan tersebut.

Ton, sapaan akrabnya ini mengatakan bahwa aksi pembredelan sampai pada pembatasan tanpa kejelasan seperti itu merupakan cara-cara lama yang dilakukan orde baru, cara itu nyata mengkebiri hak berpendapat orang atau kelompok lainnya.

“Harusnya Twitter.Id memberi penjelasan atas alasan pembatasan yang mereka lakukan,” ungkapnya.

Kata Ton, selama ini PRD terus memberikan masukan positif bagi kekuasaan, bahkan terus mendorong hal-hal yang dirasa sangat penting untuk dikerjakan oleh Pemerintahan untuk menyelamatkan Negeri ini dari ancaman krisis akibat Covid-19.

“Aksi-aksi pembredelan dan pembatasan hak berpendapat seperti itu menodai citra negara demokratis yang kita emban, apalagi dengan slogan Pancasilanya,” jelasnya.

Lanjut, dibeberkan Ton bahwa Negeri ini darurat demokrasi, harapan menuju Indonesia adil makmur semakin jauh jika kemerdekaan berpendapat justru dirampas lewat semua suprastrukturnya.

“Aneh, ketika PRD secara organisasi getol memberikan kritik produktif, bahkan lengkap dengan jalan keluar problem bangsa lantas tiba-tiba mendapat suspend dari pihak Twitter.id,” tuturnya.

Saat ini, Keadilan, kesejahteraan dan perdamaian itu hanya bisa tumbuh di atas kebebasan berpendapat. Yang tidak diperbolehkan itu ketika narasi yang disampaikan provokatif, rasialis dan mengandung hoax, itu sama-sama harus kita tentang.

“Kami berharap, pihak Twitter Indonesia bisa menjelaskan secara objektif apa alasan pembatasan yang mereka lakukan, apakah murni persoalan teknis atau ada unsur lainnya, Kami berharap Pihak Twitter Indonesia mau terbuka dan mengembalikan akun resmi milik PRD,” pungkasnya.***

Editor: Rian Afdhal Hidayat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.