Tersangka Kasus Korupsi Lahan Fiktif Mantan Kabag PUM Parimo Masih Berkeliaran, AMPIBI Desak Kejati Sulteng Lakukan Penahanan

  • Whatsapp
AMPIBI saat berkunjung ke Kejati Sulteng. Foto: IST

Rakyatsulteng – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng) secara resmi telah menahan dua dari tiga tersangka dugaan kasus korupsi lahan fiktif.

Dua tersangka itu masing-masing RM dengan Surat perintah penahanan bernomor : Print-06/P.2.5/Fd.1/07/2021 tanggal 9 Juli 2021 dan tersangka AR di tahan berdasarkan Surat perintah penahanan Nomor : Print-08/P.2.5/Fd.1/07/2021 tanggal 9 Juli 2021.

Bacaan Lainnya

Diketahui, satu nama lainnya saat ini masih belum dilakukan penahanan.

Satu nama lainnya yang juga menjadi salah seorang tersangka adalah ZF.

ZF merupakan satu tersangka lainnya yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Bagian Pemerintahan Umum (Kabag Pum) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Advokasi dan Hukum, Aksi Masyarakat Peduli Birokrasi (AMPIBI) Parimo, Erdan Labanduna, S.H, meminta Kejati Sulteng untuk segera menahan satu tersangka yang masih berkeliaran ini.

Erdan berharap kiranya Kejati Sulteng bersikap adil dalam menahanan ke tiga tersangka.

“Kami berharap Kejaksaan Tinggi Sulteng bersikap adil terkait penahanan tersangka kasus lahan tersebut. Ini kemudian menimbulkan tanda tanya di ruang-ruang publik. Ada apa dengan Kejaksaan Tinggi, mengapa dua orang sudah di tahan sedang satu orang dibiarkan bebas berkeliaran seperti ini? Kok bisa ada previlege kepada tersangka ZF,” kata Erdan penuh tanya belum lama ini.

Lanjut Erdan, dari Informasi yang mereka miliki, surat perintah penahanan untuk tersangka ZF bernomor : Print-07/P.2.5/Fd.1/07/2021.

Namun lanjutnya, sudah hampir sebulan lebih dua orang tersangka lainnya di tahan, namun, ZF katanya hingga kini tidak juga dilakukan Penahanan.

Erdan hampir menduga ada kompromi dan lobi-lobi yang sedang di bangun.

“Jangan salahkan kami atau masyarakat menilai bahwa ada persekongkolan yang terjadi antara ZF dan oknum-oknum Jaksa di Kejati Sulteng, karena Kejati sendiri tidak pernah menjelaskan kepada publik mengapa ZF itu tidak di tahan, apa sebabnya? Isu kompromi, persekongkolan ini adalah isu yang menyeruak di tengah-tengah masyarakat hari ini,” tandasnya.

Ampibi mengancam jika dalam waktu dekat ZF tidak segera di tahan mereka akan segera menyurati Jaksa Agung dan Komisi Kejaksaan.

“Untuk sementara terhadap kasus ZF kami akan segera menyurati Jaksa Agung dan Komisi Kejaksaan, kita pun akan surati Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MENPAN RB) biar kementerian atau pimpinan lembaga terkait tahu bagaimana model penanganan kasus-kasus korupsi yang sedang di tangani Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah yang punya angan meraih WBK/WBBM.

“Kami hanya minta Kejati Sulteng, segera tangkap dan tahan ZF,” tutup Erdan dengan tegas. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.