Tidak Diindahkan, 15 Perwakilan MAHKOTA Palu Tinggalkan Ruang DPRD Sulteng

  • Whatsapp

Palu, rakyatsulteng – Mahasiswa Se-Kota Palu (MAHKOTA) kembali mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Senin (12/10/2020).

Saat melangsungkan orasi, dari pihak Kepolisian dan Mahasiswa bersepakat untuk mewakili massa aksi masuk kedalam Kantor DPRD Sulteng sebanyak 15 orang.

Bacaan Lainnya

Koordinator Lapangan (Koorlap), Rivaldi mengatakan agar teman-temannya bisa digeser ke depan kantor DPRD untuk bisa berteduh.

“Kalau bisa teman-teman saya disorong ke depan gedung DPRD karna disitu banyak pohon yang sombar untuk berteduh,” ungkapnya.

Selain itu, Ketua Dema Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Moh. Rizal menuturkan dirinya tidak sudi duduk di ruangan ac jika massa aksitidak digeser ketempat berteduh.

“Buka itu pagar besi, karna kesepakatan temn-teman semua aksi damai, tidak ada niatan kami untuk ceos,” jelasnya.

Dokumentasi saat Rapat Dengar Pendapat (RDP). Foto: Rian Afdhal Hidayat

Kesempatan yang sama, Kapolres Palu, AKBP Riza mengharapkan untuk fokus terhadap tuntutan yang dibawa oleh mahasiswa.

“Tolong jangan lagi di belok-belokan masalah posisi disana, kita mohon fokus menyampaikan aspirasi,” tandasnya.

Pantauan media ini, saat berlangsungnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah perwakilan mahasiswa dan anggota dewan serta aparat kepolisian yang berjaga, terlihat perwakilan tersebut meninggalkan ruangan yang telah disediakan.

Pasalnya, sejumlah mahasiswa tersebut menginginkan massa aksi digeser ke depan Kantor DPRD untuk berteduh. Tetapi hal tersebut tidak di indahkan oleh aparat kepolisian maupun para anggota dewan yang menghadiri RDP tersebut.***

Penulis: Rian Afdhal Hidayat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.