HeadlinePENDIDIKAN

Tim Robotika MAN 2 Menangi Kejuaraan Robot Dunia di Thailand

Belum lama ini tim robotika dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Jakarta berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang International Youth Robot Competition (IYRC) 2018 pada 30 November-1 Desember 2018 di Chulalongkorn University, Bangkok, Thailand. Tim MAN 2 Jakarta ini terdiri dari Mohammad Idza Faizzurahim (16), Andika Novriatama (18), dan Muchtar Yahya (17).

Adapun, dalam ajang IYRC 2018 tim ini hanya mengikuti empat kategori dan dua kategori ini yang berhasil menorehkan prestasi. Sementara, empat kategori yang mereka ikuti, antara lain Save the Forest, Marine Transporter, Humanoid Robot Mission, dan Creative Science Project.

“Untuk Humanoid Robot Mission itu Andika raih juara 1, lalu Creative Science Project itu ada saya dan Yahya dapet peringkat ke-8,” ujar Mohammad Idza Faizzurahim atau Idza saat dihubungi Kompas.com pada Senin (3/12/2018).

Idza mengungkapkan, ia dan Yahya mengikuti lomba kategori Creative Science Project dengan membuat konsep robotika yang bisa menjadi alat penanggulangan banjir, seperti kondisi sebelum, sesaat, dan sesudah teradinya banjir. “Kami mengambil kasus di Kota Jakarta yang memang menjadi salah satu kota yang sering kali terjadi banjir,” ujar Idza.

Sementara, mereka hanya mengikuti 4 kategori dikarenakan ada ketentuan usia yang disyaratkan untuk tiap kategori. Kejuaraan IYRC 2018 Dalam ajang kejuaraan robotika ini, mereka didampingi oleh pelatih tim Robotika MAN 2 Jakarta, Mawarizkar Radya dan Ikhlas Muhammad Alwan. Perlu diketahui, IYRC merupakan ajang kejuaraan di bidang robotika internasional yang diselenggarakan tiap tahun. Untuk tahun ini, IYRC 2018 diikuti oleh 30 negara, seperti Israel, Kazakhstan, India, Malaysia, China, Vietnam, Singapura, Korea Selatan, Myanmar, dan Indonesia.

Total keseluruhan peserta dalam ajang ini sekitar 1.200 orang yang terbagi dalam sejumlah kategori. Selain itu, sistem penilaian atau penjurian yang berlaku di IYRC 2018 ternyata berbeda-beda tergantung dari kategori yang dipilih.

“Untuk kategori Humanoid Robot Mission itu menggunakan sistem poin dan waktu, kalau Creative Science Project itu yang dinilai metode presentasi, seberapa menarik ide yang diangkat, dan komponen robot yang digunakan,” ujar Idza.

Menurut Idza, dalam perlombaan IYRC 2018, mereka menganggap tim lawan paling tangguh berasal dari Malaysia.

“Karena memang mereka (Malaysia) memakai komponen robotik yang sangat banyak jumlahnya, sehingga mendukung penuh proyek yang mereka buat,” ujar Idza. Persiapan yang dilakukan Untuk mengikuti kejuraan dunia seperti IYRC ini, tentunya tim robotika dari MAN 2 Jakarta ini melakukan beberapa persiapan. Idza mengatakan, mereka melakukan persiapan seperti latihan rutin di Rumah Robot di Tangerang Selatan. “Persiapannya kurang lebih selama sebulan mulai dari latihan, uji coba, pembelian bahan, pembuatan video, materi presentasi, pembuatan website, dan komponen pendukung lainnya,” ujar Idza.

Penulis : Retia Kartika Dewi
Sumber : Kompas.com

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close
Close