HeadlineKESEHATANPASIGALA BANGKITSULAWESI TENGAHTERBARU

YPI Dampingi Ahli Waris Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan

Palu – Program Manajer Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) Palu, Kristina Perangin-angin, mendampingi ahli waris Almarhum Adi J menerima santunan jaminan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Tengah, sebesar dua puluh empat juta rupiah di Kantor Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah (10/9).

Adi J merupakan penduduk Desa Jono, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, merupakan penerima manfaat dari program livelohod yang dilaksanakan YPI. Almarhum meninggal akibat sakit sesak nafas yang dideritanya.

Turut hadir dalam serah terima santunan Drs. H. Ridwan Mumu, M.Si, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah, yang menyerahkan secara langsung santunan jaminan kematian kepada Jamiria, istri dari waris Adi J, setelah sebelumnya di serahkan dari pihak BPJS Ketenagakerjaan.

“Saya atas nama keluarga sangat berterimakasih, tanpa bantuan dari Yayasan Pusaka Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan dan Dinas Sosial maka kami tidak seperti ini, santunan ini akan saya pergunakan dengan baik,” ungkap Jamiria sembari menyeka air matanya.

“Kami akan pergunakan uang untuk membuat do’a ke-40 malam suami saya, dan akan memulai usaha kecil-kecilan melalui dana santunan ini”. Tambah Jamiria

Sementara Kadis Sosial Provinsi Sulawesi Tengah mengharapkan bantuan ini dapat dipergunakan dengan sebaiknya, boleh untuk modal usaha, atau untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

“Walaupun jumlahnya mungkin tidak besar, tapi saya berharap santunan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga almarhum, gunakan santunan ini dengan baik, semoga santunan yang diberikan dapat meringankan beban ahli waris.”, ucap Ridwan saat menyerahkan santunan secara simbolis.

Kristina menambahkan pihaknya turut berduka cita atas meninggalnya peserta BPJS yang merupakan penerima manfaat dari Yayasan Pusaka Indonesia dalam program Livelihood dan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) di Desa Jono, Sambo, Baluase dan Wisolo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi.

“Patut diberikan apresiasi setinggi-tingginya, karena semua pihak mampu bekerja secara maksimal. Sehingga santunan bisa diberikan langsung ke ahli waris, ini juga untuk meringankan beban mereka,” tambahnya.

Pada fase tanggap darurat, YPI bersama Caritas Swis sendiri tercatat sudah mendaftarkan penerima manfaat sebanyak 910 orang ke BPJS Ketenagakerjaan. 910 Orang tersebut berasal dari tiga desa intervensi program, yakni Desa Omu, Desa Salua dan Desa Bolapapu. Sementara pada fase recovery (Pemulihan), peserta padat karya yang berasal dari 4 desa, yakni Desa Jono, Sambo, wisolo dan Desa Baluase.

“Semua proses pendaftaran maupun klaim ke BPJS Ketenagakerjaan didampingi oleh staf YPI, baik mengenai kelengkapan administrasi pendaftaran hingga pada kelengkapan administrasi jika akan melakukan klaim santunan ke BPJS Ketenagakerjaan.

 

Penulis: Mohamad Zain

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close
Close